Siapakah
yang Rentan masuk ke dalam Geng?
Bagi
kalian siswa SD kelas tinggi rentan masuk ke dalam geng? Kalau melihat
prakteknya, mereka yang masuk dalam geng adalah anak-anak dan remaja. Remaja
adalah anak yang sudah mulai masuk umur 12 sampai 18 tahun. Para ahli
mengatakan bahwa perkembangan sifat yang paling menonjol dari anak seusia ini
adalah mencari identitas diri sekaligus kebingungan dengan identitasnya.
Siswa
seusiamu ingin menunjukkan siapa dirinya. Ada pula yang ingin menyalurkan minat
yang selaras dengan tujuan geng itu. Tentu ada yang positif dan ada yang
negatif. Yang positif, jika geng itu sendiri mempunyai tujuan kegiatan kreatif
dan produktif. Misalnya mengembangkan hobi di bidang tertentu. Sedangkan yang
negatif itu misalnya saja penolakan mereka terhadap berbagai aturan yang
ditetapkan orangtua dan pihak sekolah. Selain itu, ada yang tidak ingin dicap
"anak mama", ada juga yang ingin menutupi keminderannya sehingga ia
bertindak begitu hebohnya seperti jagoan.
Kebingungan
dalam mencari jati diri ada yang tersalurkan untuk hal-hal positif dan ada yang
untuk hal-hal negatif. Yang positif misalnya saja mereka ingin mencoba memasuki
berbagai bidang untuk menunjukkan siapa dirinya kepada orangtuanya. Mereka
masuk ke seni, olahraga, mode pakaian, bahasa, agama, sosial, tes bakat, membuat
grup band, dan seterusnya. Sedangkan yang negatif itu salah satunya adalah
masuk geng yang tidak produktif, geng motor, geng suatu daerah, atau lain-lain.
Sejauh
manakah sebetulnya geng itu membahayakan kita? Ini tergantung gengnya. Dan
mungkin juga tidak semua geng berbahaya atau tidak mau disebut sebagai kelompok
tempat orang-orang negatif. Seorang pemimpin geng motor yang diwawancarai di
televisi tidak rela kelompoknya dianggap negatif. Mereka mendeklarasikan tujuan
gengnya, aturan mainnya, atau organisasinya. Bahkan mereka punya foto-foto yang
mengabadikan kegiatan bakti sosial yang pernah dilakukan.
No comments:
Post a Comment