Friday, 30 September 2016

SIAPAKAH YANG RENTAN MASUK KE DALAM GENG?



 Siapakah yang Rentan masuk ke dalam Geng?
Bagi kalian siswa SD kelas tinggi rentan masuk ke dalam geng? Kalau melihat prakteknya, mereka yang masuk dalam geng adalah anak-anak dan remaja. Remaja adalah anak yang sudah mulai masuk umur 12 sampai 18 tahun. Para ahli mengatakan bahwa perkembangan sifat yang paling menonjol dari anak seusia ini adalah mencari identitas diri sekaligus kebingungan dengan identitasnya.
Siswa seusiamu ingin menunjukkan siapa dirinya. Ada pula yang ingin menyalurkan minat yang selaras dengan tujuan geng itu. Tentu ada yang positif dan ada yang negatif. Yang positif, jika geng itu sendiri mempunyai tujuan kegiatan kreatif dan produktif. Misalnya mengembangkan hobi di bidang tertentu. Sedangkan yang negatif itu misalnya saja penolakan mereka terhadap berbagai aturan yang ditetapkan orangtua dan pihak sekolah. Selain itu, ada yang tidak ingin dicap "anak mama", ada juga yang ingin menutupi keminderannya sehingga ia bertindak begitu hebohnya seperti jagoan.
Kebingungan dalam mencari jati diri ada yang tersalurkan untuk hal-hal positif dan ada yang untuk hal-hal negatif. Yang positif misalnya saja mereka ingin mencoba memasuki berbagai bidang untuk menunjukkan siapa dirinya kepada orangtuanya. Mereka masuk ke seni, olahraga, mode pakaian, bahasa, agama, sosial, tes bakat, membuat grup band, dan seterusnya. Sedangkan yang negatif itu salah satunya adalah masuk geng yang tidak produktif, geng motor, geng suatu daerah, atau lain-lain.
Sejauh manakah sebetulnya geng itu membahayakan kita? Ini tergantung gengnya. Dan mungkin juga tidak semua geng berbahaya atau tidak mau disebut sebagai kelompok tempat orang-orang negatif. Seorang pemimpin geng motor yang diwawancarai di televisi tidak rela kelompoknya dianggap negatif. Mereka mendeklarasikan tujuan gengnya, aturan mainnya, atau organisasinya. Bahkan mereka punya foto-foto yang mengabadikan kegiatan bakti sosial yang pernah dilakukan.

No comments:

Post a Comment