Friday, 30 September 2016

Apakah bahaya menjadi anggota geng?



 Apakah bahaya menjadi anggota geng?
Telah kita pahami bahwa geng adalah istilah kelompok pertemanan untuk kegiatan yang kurang baik. Geng dapat bahaya secara langsung dan ada yang tidak langsung.
1.      Bahaya Langsung
Bahaya langsung sebuah geng terjadi  ketika geng itu terbentuk dengan tujuan untuk menampung perilaku yang melawan hukum, etika, atau norma. Karena di luar sana mereka tidak menemukan wadah, maka membentuklah geng sebagai wadah, misalnya geng perokok, geng pengganggu siswa, geng pemalak, dan seterusnya.
a.       Kamu ngerasa sok jago. Akibatnya jadi liar, suka ngerusak dan bikin rusuh. Misalnya saja kebut-kebutan di jalan raya atau tawuran karena membela gengsi dan wibawa geng-nya. Beberapa kasus tawuran pelajar terjadi karena masalah ini. Kalau kita tanya apakah ini diajarkan dalam gengnya, tentu saja jawabnya tidak. Hampir tidak ada geng yang mengajarkan seperti ini secara langsung, tetapi suasanaya yang kerap membawa anggotanya ke arah sana.
b.      Karena ingin diterima sebagai anggota geng, kamu tergoda ikut dalam kegiatan-kegiatan mereka meskipun tidak cocok sama hati nurani kamu. Misalnya, seks, minum-minuman keras atau nge-drugs. Penerimaan anggota geng pun sering kali dilakukan dengan perpeloncoan. Anggota baru sering  di uji dengan disuruh melakukan kegiatan tercela.
c.       Kamu akan memperoleh reputasi sebagai anak nakal, termasuk membatasi hubunganmu dengan siswa-siswa lain yang berjuang untuk hidup sehat. Tidak ada orang yang mau bergaul dengan anak nakal. Semua orang akan menjauhi orang yang nakal.
d.      Kamu menyingkirkan dan meninggalkan teman-teman yang tidak termasuk di dalam gengmu atau yang menjadi bagian dari geng lain. Menjadi anggota geng membuat kamu akan kehilangan teman. Waktumu akan kamu habiskan dengan anggota gengmu. Kamu tidak boleh bergaul dengan geng lainnya. Kamu pun akan meninggalkan teman-teman sepermainanmu.
e.       Kamu mengira akan mendapatkan kebebasan dengan masuk sebuah geng. Padahal sebenarnya, kamu menjadi seorang budak dari geng itu, sehingga kamu kehilangan jati diri dan kebebasan.
Intinya lebih baik jangan terlibat dalam kelompok geng. Kita hindari saja yang namanya ngegeng. Carilah kelompok yang bertujuan untuk melakukan kegiatan positif.

2.      Bahaya Tidak Langsung
Bahaya yang lain adalah bahaya tidak langsung. Semula kelompok ini tidak memiliki tujuan apapun. Mereka berkumpul tanpa ada kegiatan yang positif. Adanya kelompok dengan anggota yang cukup banyak membuat mereka memiliki perilaku seperti berikut.
a.       Siswa pemalu/penakut menjadi berani
Adanya kelompok dengan banyak anggota membuat anggota yang pemalu menjadi berani. Sebagai contoh: Badu adalah anak pemalu. Ia tidak pandai bergaul. Setelah berkelompok ia menjadi anak pemberani. Bahkan, ia berani mengganggu anak perempuan. Bahkan,ia berani mengganggu sejenisnya. Keberanian itu muncul karena ia memiliki kelompok. Di sinilah bahaya itu muncul. Perubahan sifatnya dari pemalu menjadi berani tidak terkendali. Perubahan sifatnya membawa ia pada perilaku yang tidak baik.
b.      Semula tidak ada kegiatan jadi memiliki kegiatan
Membentuk suatu kelompok yang tidak memiliki tujuan akan mengakibatkan bahaya di kemudian hari. Misalnya, sekelompok anak sepulang sekolah. Mereka tidak memiliki kegiatan. Kegiatannya hanya nongkrong di pinggir jalan. Mereka bernyanyi-nyanyi dan bercanda. Namun, karena tidak ada tujuan lama-kelamaan muncul kejenuhan. Dalam kejenuhan itu, godaan untuk berperilaku negatif mudah muncul. Dalam kekosongan tujuan, mudah muncul pemikiran negatif.  Mulailah perilaku negatif karena tidak adanya kegiatan. Mereka menganggu orang yang lalu lalang. Akibatnya dapat meresahkan masyarakat.
c.       Berawal dari iseng menjadi kebiasaan
Tidak sedikit yang berawal dari iseng melakukan kegiatan negatif, lama-kelamaan menjadi kebiasaan. Bahkan, yang lebih parah lagi sudah melupakan bahwa itu adalah perbuatan salah. Misalnya:
Suatu kelompok geng duduk-duduk di bawah pohon mangga. Mereka asik bernyanyi-nyanyi. Mereka sering berkumpul di tempat itu. Kemudian, suatu ketika mangga itu berbuah. Awalnya mereka iseng memetik mangga milik orang lain tersebut. Lama-kelamaan itu menjadi kebiasaan. Bahkan perbuatan itu merembet ke kegiatan lain seperti mencuri ayam untuk mereka makan bersama.
Awalnya hanya kejahatan kecil yang mereka lakukan. Lama-lama karena mencuri sudah menjadi kebiasaan, kegiatan meningkat hingga melakukan pencurian besar-besaran.
Akhirnya, kamu pun akan berurusan dengan hukum. Kamu akan mempertanggungjawabkan perbuatanmu dengan disamasukkan ke dalam kurungan penjara. Hilanglah masa depanmu. Kamu tidak dapat melanjutkan sekolah. Nama baikmu dan keluargamu menjadi rusak. Masyarakat enggan bergaul denganmu.
d.      Bahaya yang jauh lebih serius, jika falsafah, nilai dan identitas geng tersebut dijadikan jalan hidupmu.  
Ini bisa terjadi jika identitas tempelan yang negatif tersebut menjadi pilihan yang paling nyata dalam proses pencarian identitas. Dampaknya bisa kemana-mana, seperti yang salah dikatakan benar, yang benar dikatakan salah, kebutuhan untuk mencari identitas menjadi kebutuhan untuk bertindak agresif, dsb. Hal ini tidak berhenti sampai di situ. Ketika geng nya bubar, anak/anggota geng akan kehilangan identitas. Tanpa identitas, maka seluruh kehidupan bagai berjalan di atas angin. Banyak yang jadi frustrasi karena kehilangan arah, dan makna hidup. Bayangkan, kalau masih muda dan harusnya bersemangat, tapi sudah kehilangan semangat hidup. 

No comments:

Post a Comment