Wednesday, 12 October 2016

Fungsi Sosialisasi dalam Keluarga

Fungsi Sosialisasi dalam Keluarga 
Setiap bayi manusia yang dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya. Bayi manusia tidak mampu berdiri, apa lagi berjalan ketika baru dilahirkan. Dia hanya mampu menggerakkan tangan  dan kakinya, itu pun dilakukannya dengan lemah tanpa dapat bergerak dari tempat tidurnya. keadaan sepereti itu dialami oleh setiap bayi manusia tanpa terkecuali ketika baru dilahirkan. Bayi manusia yang baru lahir harus dituntun oleh ibunya untuk minum susu agar dapat terus hidup, setelah semakin besar mereka diajarkan untuk berbicara, berjalan, dan berbagai aktivitas lainnya. Berbeda dengan yang dialami oleh bayi hewan. Begitu bayi hewan dilahirkan, umumnya mereka telah memiliki suatu kekuatan untuk dapat hidup. Coba kalian perhatikan seekor ayam, ketika baru menetas anak ayam dapat terus berjalan. demikian pula anak sapi yang baru lahir, dalam kurun waktu yang cukup singkat mereka dapat langsung berdiri bahkan langsung menyusu pada induknya.
Keadaan seperti itu tentu tidak terdapat pada manusia. Manusia perlu waktu yang cukup lama agar dapat menjalani kehidupannya di masyarakat. Dalam hal ini perananan keluarga sangat menentukan dalam mendidik dan melatih anak untuk dapat melakukan sosialisasi dengan lingkungannya. Keluarga, terutama ibu dan ayah, serta anggota keluarga lainnya yang ada dalam rumah tangga.berperan utama dalam mengasuh dan mendidik seoirang anak  Masih ingat kah kamu bagaimana ibumu mengajari dan melatihmu berbicara, berjalan, makan, bermain dan berbagai hal lainnya dengan penuh kasih sayang. Ketika ibumu menidurkanmu, sering kali menyanyikan lagu-lagu pengantar tidur yang bernafaskan agama, nasihat-nasihat, atau lagu-lagu lainnya yang sangat berarti bagi kehidupan. Lagu atau syair-syair yang dinyanyikan biasanya diwariskan secara turun temurun, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Demikian pula halnya ayah, kakak, dan lain-lain yang ada dalam lingkungan keluargamu selalu memberi perhatian dengan  penuh kasih sayang.
Setelah dewasa anak diajari dan dilatih mengenai tata krama, nilai-| nilai agama serta budaya yang berlaku di lingkungannya. Sebagai Contoh:
    a.      Sewaktu akan makan, kalian diajarkan untuk berdoa terlebih dahulu dengan agama yang  dianut orang tua kalian.
    b.     Kalian pun diajarjkan bagaimana caranya menghormati orang yang lebih tua.
    c.      Jika kalian bersalaman atau menerima sesuatu dari orang lain  menggunakan  tangan kiri, akan dilarang oleh orang tua dan diajarkan bahwa cara bersalaman atau menerima sesuatu dengan menggunakan tangan kiri bertentangan dengan budaya ketimuran.
    d.       Kalian pun diajarkan bagaimana bertata krama dan sopan santun  sesuai dengan budaya  di daerah tempat kalian tinggal dan sebagainya.

Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang tua dan anggota keluarga terhadap anak-anak mereka itu  merupakan suatu proses yang dinamakan sosialisasi atau pembudayaan. Proses sosialisasi adalah suatu proses dimana setiap individu mempelajari cara-cara hidup dalam masyarakat sesuai dengan nilai, norma, dan kebiasaan yang berlaku agar dapat berkembang, baik sebagai anggota masyarakat maupun sebagai pribadi atau individu. Proses sosialisasi   dalam alam pikiran individu sejak masih kanak-kanak dimulai untuk pertama kalinya dalam lingkungan keluarga.
Namun demikian perlu kita sadari bahwa manusia tidak hanya hidup di lingkungan keluarga tetapi juga di lingkungan yang lebih luas yaitu lingkungan masyarakat karena suatu saat kelak setelah si anak mengalami kedewasaan akan merupakan bagian dari masyarakat.
Perlu kita sadari pula bahwa manusia tidak dapat melangsungkan kehidupannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia pada dasarnya selalu membutuhkan bantuan orang lain agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Semakin maju manusia, semakin membutuhkan kerja sama dengan orang lain. Para pelajar dapat belajar di sekolah karena ada guru, sekolah dapat didirikan karena adanya bantuan tukang bangunan, tukang bangunan dapat bekerja jika ada orang lain yang menyediakan bahan-bahan bangunan seperti kayu semen, seng cat dan lain-lain. Kayu, semen dan seng merupakan hasil industri, tentu harus ada pula orang-orang yang bekerja pada industri semen dan seng, dan seterusnya, Bila salah satu dari komponen itu tidak ada, proses belajar-mengajar  di sekolah tidak akan dapat berlangsung dengan baik. pendek kata manusia selalu membutuhkan bantuan manusia lainnya agar dapat hidup lebih baik, berinteraksi sosial dengan orang lain, dan saling bergantung untuk memenuhi kebutuhannya. Di suatu tempat yang sama mereka hidup bersama dan dalam jangka waktu yang cukup lama akhirnya mereka membentuk suatu kelompok masyarakat.
Proses sosialisasi yang dilakukan seseorang dalam keluarga maupun melalui interaksinya dengan masyarakat yang terdapat di lingkungan sekitarnya memiliki beberapa manfaat sebagai berikut
1)       Membentuk kepribadian Dalam hal ini sosialisasi sebagai pembentuk sikap seseorang untuk  dapat berpikir, berbuat, dan merasakan secara khusus apabila berinteraksi dengan orang lain, atau ketika menanggapi sesuatu keadaan.
2)       Mewariskan nilai-nilai budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya secara turun-temurun, misalnya adat istiadat yang diwariskan secara terus menerus ke generasi berikutnya.
3.       Melahirkan masyarakat sosial sesuai dengan budayanya. Dengan demikian, terdapat     beraneka ragam masyarakat sosial yang berkembang sesuai dengan budayanya masing-masing seperti misalnya masyarakat  Sunda, Jawa, Batak,Aceh, Bugis, minangkabau dan lain-lain.

No comments:

Post a Comment