Wednesday, 12 October 2016

Konflik Peranan Sosial

Konflik Peranan Sosial
Konflik peranan sosial ialah persoalan yang dihadapi oleh individu ketika menduduki lebih dari satu status sosial yang memiliki persyaratan perilaku yang saling bertentangan. Contoh: Guru diharapkan akrab dengan siswa dan netral dalam menilai muridnya serta mencegah rasa cinta asmara terhadap siswanya.
Konflik peranan timbul apabila seseorang merasakan dirinya dalam keadaan tertekan. Tekanan perasaan itu dikarenakan ia merasa dirinya tidak sesuai dalam melaksanakan peranan yang diberikan oleh masyarakat kepadanya, sehingga berakibat ia tidak dapat melaksanakan peranannya secara baik atau sempurna. Kadang-kadang ia menyembunyikan dirinya apabila ia berada dalam lingkungan sosial yang berbeda.
Setiap peranan bertujuan supaya setiap individu yang melaksanakan peranan tersebut mempunyai hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Hubungan itu berkaitan dengan peranannya dan diatur oleh nilai-nilai sosial tertentu serta diterirna dan dipatuhi oleh kedua belah pihak. Misalnya;
1)    Nilai pendidikan: hubungan guru dengan murid.
2)    Nilai kesehatan: hubungan dokter dengan pasien.
3)    Nilai ekonomis: hubungan bank dengan nasabah.
Seandainya hal-hal di atas tidak dapat dipenuhi oleh individu yang bersangkutan, maka akan timbul konflik peranan.

No comments:

Post a Comment