Wednesday, 12 October 2016
Konflik Status Sosial
Biasanya seseorang dapat memiliki bermacam-macam kedudukan atau status sosial dalam satu waktu sekaligus. Akan tetapi dari kedudukan yang banyak itu yang paling menonjol hanya satu kedudukan saja. Misalnya: Pak Hasan sebagai suami, ketua RT, ketua perkumpulan sepak bola dan kepala SMU. Dari semuanya itu yang menonjol dalam masyarakat adalah kedudukannya sebagai Kepala SMU, Kadang-kadang di antara kedudukan-kedudukan yang dimiliki seseorang, muncul pertentangan-pertentangan yang disebut konflik status.
Konflik status adalah pertentangan-pertentangan yang terjadi di dalam diri seseorang sehubungan dengan kedudukan yang dimilikinya. Konflik status dapat dibedakan menjadi 3 macam sebagai berikut :
1) Konflik yang bersifat individual. Artinya, konflik tersebut dirasakan oleh orang yang bersangkutan di dalam batinnya sendiri. Misalnya:
a) Pak Taufik selaku kepala SMA menghukum putranya sendiri karena melanggar tata tertib sekolah yang dipimpinnya.
b) Direktur pajak harus menghitung dan memungut pajak kekayaannya sendiri.
c) Pak Zulkarnaen, seorang jaksa, menuntut putranya sendiri karena terlibat tindak kejahatan.
2) Konflik yang bersifat antar individu, yaitu konflik yang terjadi antara seseorang dengan orang lain karena ada perbedaan kepentingan terhadap sesuatu hal yang sama. Misalnya:
Seorang ayah memarahi anaknya yang berbuat salah. Tetapi kemauan si ibu, ayah jangan memarahinya, atau ibu melindungi anaknya.
7) Konflik yang bersifat antar kelompok, yaitu peraturan yang dikeluarkan oleh kelompok tertentu yang menimbulkan kerugian pada kelompok lainnya. Misalnya Departemen Pekerjaan Umum memutuskan pembuatan jalan baru guna mengatasi kemacetan lalu lintas. Akibat keputusan tersebut terdapat tiga buah Sekolah Dasar yang harus dibongkar (digusur), sehingga menimbulkan protes dari masyarakat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment