A. Berilah tanda silang (x) pada huruf di depan jawaban yang paling tepat!
1. Ruang lingkup pranata ekonomi meliputi ….
a. Produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa
b. Produksi, konsumen dan distribusi barang
c. Distribusi barang dan jasa , produsen dan konsumen
d. Produksi barang dan produksi jasa.
2. Arti dari distribusi adalah ….
a. Mengangkut barang dari konsumen ke distributor
b. Penyaluran barang dan jasa yang dilakukan oleh distributor
c. Pengambilan barang dari distributor
d. Penerimaan barang dari distributor
3. Arti dari konsumen adalah….
a. Orang yang memberi barang dan jasa
b. Orang yang membuat barang dan jasa
c. Orang yang memakai barang dan jasa
d. Orang yang memproduksi barang dan jasa
4. Ideologi yang meyakini kesejahteraan bangsa diukur oleh banyaknya emas dan logam berharga adalah :
a. Merkantilisme
b Sosialisme
c. Laissez faire capitalism
d. Sosialisme demokratis
5. Amerika serikat menganut idelogi ekonomi jenis …
a. Sosialisme
b. Sosialisme demokratis
c. Welfare capitalism
d. Merkantilisme
6. Filsafat ekonomi yang dianut oleh negara belanda adalah ….
a. Sosialisme demokratis
b. merkantilisme
c. Welfare capitalism
d. Laissez faire capitalism
7. Filsafat ekonomi yang dianut oleh negara uni soviet adalah ….
a. Sosialisme
b. sosialisme demokratis
c. Welfare capitalism
d. Merkantilisme
8. Filsafat ekonomi yang dianut oleh negara cina dan kuba adalah ….
a. Sosialisme
b. Sosialisme demokratis
c. Welfare capitalism
d. Merkantilisme
9. Berikut ini adalah fungsi nyata dari pranata ekonomi kecuali…
a. Fungsi menyalurkan distribusi barang dan jasa
b. Fungsi mengadakan barang dan jasa.
c. Fungsi yang mengubah pola kerja masyarakat.
d. Fungsi yang menyangkut konsumsi atau pemakaian barang dan jasa
10. Fungsi tersembunyi dari pranata ekonomi adalah ….
a. Fungsi menyalurkan distribusi barang dan jasa
b. Fungsi mengadakan barang dan jasa.
c. Fungsi yang mengubah pola kerja masyarakat.
d. Fungsi yang menyangkut konsumsi atau pemakaian barang dan jasa
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apa arti dari Ekonomi ?
2. Apa itu arti Pranata ekonomi ?
3. Sebutkan fungsi – fungsi dari Pranata ekonomi !
4. Sebutkan 5 jenis ideologi ekonomi, jelaskan !
5. Berikan contoh peranan pranata ekonomi dalam mengatur perilaku manusia terhadap sumber daya alam.
Thursday, 24 November 2016
PERANAN PRANATA EKONOMI DALAM MEGATUR PERILAKU MANUSIA TERHADAP SUMBER DAYA ALAM
Sumber daya alam merupakan sumber yang yang harus dimanfaatkan dan dijaga keberadaanya dan kelestariannya oleh manusia, karena sumber daya alam berperan penting dalam kehidupan manusia seperti melindungi manusia, memberi sumber-sumber yang dibutuhkan manusia seperti minyak, kayu dan lain-lain.
Dengan berkembangnya teknologi dan berkembangnya pola pikir manusia, perilaku manusia terhadap sumber daya alam dewasa ini menjadi tidak terkontrol, manusia cenderung mengeksploitasi secara besar-besaran sumber-sumber alam dan kadang-kadang manusia berperilaku merusak sumber daya alam, manusia cenderung lebih memilih merusak sumber daya alam untuk kepentingannya.
Oleh sebab itu peran pranata ekonomi sangat dibutuhkan dalam mengatur perilaku manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam. Peran pranata ekonomi yang dimaksud diantaranya :
a. Mengatur manusia perilaku manusia supaya tidak berlaku semena-mena terhadap sumber daya alam, seperti peraturan-peraturan mengenai sumber daya alam.
b. Mendidik manusia dalam menggunakan dan merawat sumber daya Alam seperti cagar alam dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
c. Mengawasi manusia dalam berperilaku terhadap sumber daya alam seperti Polisi kehutanan.
d. Menghukum manusia yang berlaku sewenang-wenang terhadap sumber daya alam contohnya pengadilan.
FUNGSI-FUNGSI PRANATA EKONOMI
Pada dasarnya fungsi pranata ekonomi terbagi menjadi 2 jenis yaitu fungsi nyata dan fungsi tersembunyi. Fungsi nyata dari pranata ekonomi, yaitu:
1. Fungsi untuk mengadakan barang dan jasa dalam masyarakat.
2. Fungsi yang menyangkut distribusi atau penyaluran barang dan jasa
3. Fungsi yang menyangkut konsumsi atau pemakaian barang dan jasa dalam masyarakat
Sedangkan fungsi tersembunyi dari Pranata ekonomi, yaitu:
1. Fungsi yang mengubah dan kadang-kadang merusak lingkungan hidup penyebabnya akibat dari perubahan pola produksi dari masyarakat.
2. Fungsi yang mengubah pola kerja masyarakat terutama masalah waktu, penyebabnya ketika pola produksi berubah dari pertanian ke industri terjadi perubahan sistem waktu kerja.
PENGERTIAN PRANATA EKONOMI
Pranata ekonomi adalah bagian dari pranata sosial yang berhubungan dengan pengaturan bidang ekonomi supaya ketertiban masyarakat bisa terjaga. Ekonomi diartikan sebagai segala hal yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa.
1. Produksi berarti juga pengadaan barang dan jasa, dan produksi mempunyai beberapa faktor produksi, di antaranya:
a. Modal, yaitu hal yang merupakan faktor utama sebab mustahil tanpa modal usaha dapat berjalan.
b. Pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia lewat pelatihan dan pendidikan karyawan sehingga prestasi dan ilmu karyawan mengalami peningkatan
c. Pemanfaatan sumber daya alam
2. Distribusi berarti penyaluran barang dan jasa yang dilakukan oleh distributor kepada pengecer atau konsumen.
3. Konsumsi adalah pemakaian barang dan jasa dan orang yang memakai barang dan jasa tersebut disebut konsumen.
Pranata ekonomi menurut Paul samuelson adalah cara-cara yang dilakukan oleh manusia dan kelompoknya untuk memanfaatkan sumber daya untuk memperoleh berbagai komoditi yang selanjutnya didistribusikan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Dalam perkembangannya terdapat berbagai macam ideologi ekonomi yang merupakan cikal bakal terciptanya sistem ekonomi. Salah satunya menurut kornblum yang mengidentifikasi bahwa ideologi ekonomi itu ada lima yaitu :
a. Merkantilisme, yaitu sebuah filsafat ekonomi yang meyakini bahwa kesejahteraan sebuah bangsa diukur dengan banyaknya jumlah emas dan logam berharga lainnya dan perdagangan tersebut diatur oleh negara, ideologi ekonomi ini sering dilakukan bangsa eropa semasa zaman feodalisme.
b. Laissez faire capitalism yaitu filsafat ekonomi yang meyakini bahwa kesejahteraan sebuah bangsa diukur oleh banyaknya pengadaan barang dan jasa yang dipasarkan melalui perdagangan bebas. Ideologi ekonomi ini dilakukan bangsa inggris selama zaman revolusi industri.
c. Sosialisme, yaitu filsafat ekonomi yang meyakini bahwa kesejahteraan suatu bangsa didasarkan pada kepemilikan aset negara secara bersama-sama dan saling berbagi keuntungan dan keputusan ekonomi harus diawasi oleh kaum pekerja. Ideologi ini dilakukan uni soviet pada tahun 1989 dan cina beserta kuba pada saat ini.
d. Sosialisme demokratis, yaitu filsafat ekonomi yang didasarkan bahwa masyarakat dapat memiliki hak milik pribadi, tetapi perusahaan besar tetap dimiliki oleh negara untuk kepentingan seluruh warga negara, misalnya belanda dan negara skandinivia.
e. Welfare capitalism, yaitu filsafat ekonomi dimana pasar yang menentukan barang apa yang diproduksi dan bagaimana barang tersebut diproduksi dan pemerintah mengatur kompetisi ekonomi, misalnya amerika serikat.
Soal Latihan IPS Sosiologi SMP: Pranata Agama
A. Berilah Tanda silang(X) pada jawaban yang anda anggap benar!
1. Orang yang mengartikan agama sebagai jawaban yang logis terhadap permasalahan dan keberadaan manusia adalah …..
a. Horton dan Hont
b. William Kornblum
c. Robert MZ lawang
d. Roucek
2. Orang yang mengartikan agama sebagai sebuah sistem keyakinan adalah….
a. Horton dan Hont
b. William Kornblum
c. Robert MZ lawang
d. Roucek
3. Berikut ini adalah unsur-unsur dari agama kecuali…..
a. Kepercayaan
b. Mistis
c. Simbol keagamaan
d. Umat beragama
4. Berpuasa merupakan unsur agama dibidang …
a. Kepercayaan
b. Mistis
c. Simbol keagamaan
d. Praktik keagamaan
5. Istilah Doktrin artinya …..
a. Pola Hidup
b. Pola Keyakinan
c. Pola Agama
d. Pola Kepercayaan
6. Fungsi Pendidikan dalam Pranata agama merupakan salah satu fungsi …
a. Tersembunyi
b. Nyata
c. Agama
d. Negara
7. Fungsi Pendidikan dalam Pranata agama merupakan salah satu fungsi …
a. Tersembunyi
b. Nyata
c. Agama
d. Negara
8. Majelis taklim merupakan unsur agama dibidang…
a. Kepercayaan
b. Umat Beragama
c. Simbol keagamaan
d. Praktik keagamaan
9. Menjadi Pendeta merupakan unsur agama dibidang…
a. Kepercayaan
b. Umat Beragama
c. Simbol keagamaan
d. Pengalaman keagamaan.
10. Berikut ini adalah peran pranata agama kecuali…..
a. Memberikan peringatan dan ancaman terhadap manusia jika berbuat salah.
b. Memberikan imbalan-imbalan terhadap manusia jika manusia melakukan apa yang diperintahkan dalam agama
c. Memberikan keamanan pada diri manusia
d. Memberikan tata cara dalam bertingkah laku.
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apa arti dari agama?
2. Apakah pengertian dari pranata agama?
3. Sebutkan unsur-unsur agama menurut light, keller dan calhoun!
4. apakah fungsi dari pranata agama?
5. Sebutkan contoh peranan pranata agama dalam mengatur hubungan dengan sesamanya dan lingkungan alam!
1. Orang yang mengartikan agama sebagai jawaban yang logis terhadap permasalahan dan keberadaan manusia adalah …..
a. Horton dan Hont
b. William Kornblum
c. Robert MZ lawang
d. Roucek
2. Orang yang mengartikan agama sebagai sebuah sistem keyakinan adalah….
a. Horton dan Hont
b. William Kornblum
c. Robert MZ lawang
d. Roucek
3. Berikut ini adalah unsur-unsur dari agama kecuali…..
a. Kepercayaan
b. Mistis
c. Simbol keagamaan
d. Umat beragama
4. Berpuasa merupakan unsur agama dibidang …
a. Kepercayaan
b. Mistis
c. Simbol keagamaan
d. Praktik keagamaan
5. Istilah Doktrin artinya …..
a. Pola Hidup
b. Pola Keyakinan
c. Pola Agama
d. Pola Kepercayaan
6. Fungsi Pendidikan dalam Pranata agama merupakan salah satu fungsi …
a. Tersembunyi
b. Nyata
c. Agama
d. Negara
7. Fungsi Pendidikan dalam Pranata agama merupakan salah satu fungsi …
a. Tersembunyi
b. Nyata
c. Agama
d. Negara
8. Majelis taklim merupakan unsur agama dibidang…
a. Kepercayaan
b. Umat Beragama
c. Simbol keagamaan
d. Praktik keagamaan
9. Menjadi Pendeta merupakan unsur agama dibidang…
a. Kepercayaan
b. Umat Beragama
c. Simbol keagamaan
d. Pengalaman keagamaan.
10. Berikut ini adalah peran pranata agama kecuali…..
a. Memberikan peringatan dan ancaman terhadap manusia jika berbuat salah.
b. Memberikan imbalan-imbalan terhadap manusia jika manusia melakukan apa yang diperintahkan dalam agama
c. Memberikan keamanan pada diri manusia
d. Memberikan tata cara dalam bertingkah laku.
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apa arti dari agama?
2. Apakah pengertian dari pranata agama?
3. Sebutkan unsur-unsur agama menurut light, keller dan calhoun!
4. apakah fungsi dari pranata agama?
5. Sebutkan contoh peranan pranata agama dalam mengatur hubungan dengan sesamanya dan lingkungan alam!
PERANAN PRANATA AGAMA DALAM MENGATUR HUBUNGAN DENGAN SESAMA MANUSIA DAN LINGKUNGAN ALAM
Agama adalah kebutuhan pokok manusia, dengan agama manusia bisa berada dalam kedaaan tentram dan dengan agama pula proses hubungan antar sesama mahluk ciptaan tuhan diatur supaya berjalan tertib. Di jaman sekarang ini dimana banyak sekali terjadi penyimpangan-penyimpangan terhadap hubungan manusia dan kerusakan terhadap lingkungan alam seperti pemerkosaan, seks bebas dan perusakan alam. Maka untuk menghindari hal tersebut peran pranata agama sangat dibutuhkan dalam mengatur proses hubungan antara sesama manusia dan lingkungan alam.
Contoh peran pranata agama tersebut diantaranya :
a. Memberikan peringatan dan ancaman terhadap manusia jika melakukan hal-hal yang berlawanan dengan hubungan bermasyarakat seperti bermusuhan,saling menggunjingkan sesamanya sehingga manusia menjadi patuh dan melakukan hal yang benar.
b. Memberikan imbalan-imbalan terhadap manusia jika manusia melakukan apa yang diperintahkan dalam agama seperti memberi pahala jika manusia makan fakir miskin, saling bantu membantu dan lain-lain.
c. Memberikan aturan yang sifatnya wajib dilakukan manusia dalam berhubungan dengan sesamanya seperti wajib mengikat tali persaudaraan.
d. Memberikan tata cara dalam bertingkah laku.
FUNGSI PRANATA AGAMA
Seperti pranata – pranata lainnya dalam pranata sosila,pranata agama juga mempunyai fungsi, dimana fungsi pranata agama dibagi menjadi dua fungsi yaitu fungsi nyata dan fungsi tersembunyi.
Fungsi nyata pranata agama antara lain :
a. Menyangkut pola keyakinan yang disebut doktrin, yang menentukan sifat hubungan manusia dengan tuhan.
b. Ritual yang melambangkan doktrin dan yang mengingatkan manusia pada doktrin tersebut.
c. Menyatukan para pemeluknya dalam satu ikatan persaudaraan
d. Mengendalikan negara secara aktual pada negara-negara tertentu.
Fungsi tersembunyi pranata agama, antara lain:
a. Lingkungan agama, dimana fungsinya selain menjadi tempat beribadah lingkungan agama juga berfungsi sebagai tempat hubungan/interaksi antar sesama pemeluknya
b. Fungsi pendidikan , dimana fungsinya memberi pengetahuan tentang sejarah masa lalu dan pengetahuan bahasa.
PENGERTIAN PRANATA AGAMA
Agama merupakan kebutuhan pokok manusia dalam menempuh kehidupan didunia ini terutama untuk memenuhi kebutuhan rohaniah manusia. Dengan agama segala tindakan manusia dapat dikontrol secara benar, banyak pendapat yang mendefinisikan apa itu agama, ada yang mengatakan agama adalah konsep hubungan antara manusia dengan tuhan, ada pula yang mengatakan agama adalah hal yang terorganisir.
William Kornblum mengatakan bahwa agama adalah jawaban yang logis terhadap permasalahan dari keberadaan manusia yang membuat manusia menjadi berarti, dengan kata lain dengan agama manusia dapat mengetahui hal-hal yang terjadi pada dirinya seperti kematian atau takdir. Sedangkan menurut Horton dan Hont , mendefinisikan agama adalah sebuah sistem keyakinan dan praktek sebagai sarana bagi kelompok orang untuk menafsirkan dan menanggapi apa yang mereka rasakan sebagai supranatural dan kudus.
Berdasarkan hal tersebut agama lebih berkaitan dengan hal yang sifatnya moral dan agama bisa mengatur manusia untuk lebih mementingkan sesamanya selain dirinya sendiri dengan agama juga segala tindakan manusia bisa diatur untuk menghasilkan tindakan yang positif terhadap sesamanya maupun dengan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian sebagai sebuah pranata sosial, pranata agama dapat diartikan sebagai seperangkat aturan-aturan dan tata cara yang digunakan untuk mengatur hubungan antara manusia dengan sesama ciptaan tuhan maupun dengan penciptanya.
Soal latihan IPS sosiologi SMP: Pranata Sosial
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf di depan jawaban yang paling tepat!
1. Istilah Pranata sosial berasal dari bahasa inggris yaitu :
a. Social Pranation
b. Social intitution
c. Social family
d. Social office
2. Berikut ini adalah bagian dari pranata sosial kecuali …..
a. Pranata Keluarga
b. Pranata Agama
c. Pranata kehidupan
d. Pranata Ekonomi
3. Pengertian pranata keluarga menurut Horton dan Hunt adalah …
a. Tempat untuk berlindung
b. Suatu kelompok yang saling bekerja sama
c. Suatu kelompok yang memiliki nenek moyang yang sama
d. Suatu kelompok yang memiliki turan-aturan tertentu
4. Fungsi pranata keluarga menurut Rober M.Z lawang adalah kecuali …
a. Fungsi Seksual dan Reproduksi
b. Fungsi menyandarkan hidup
c. Fungsi Ekonomi
d. Fungsi Edukatif
5. Fungsi keluarga menurut Horton dan Hunt adalah kecuali ….
a. Fungsi pengaturan seksual
b. Fungsi reproduksi
c. Fungsi Sosialisasi
d. Fungsi perilaku sosial
6. Pengertian kepribadian menurut Theodore M. Newcomb adalah ….
a. Merupakan jati diri individual
b. organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang dari perilakunya
c. organisasi faktor-faktor biologis, psikologi dan sosiologis yang mendasari perilaku seorang individu
d. suatu susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seseorang individu
7. Faktor pembentuk kepribadian menurut Roucek yaitu …
a. Faktor Psikologis atau kejiwaan
b. Faktor Pribadi
c. Faktor keluarga
d. Faktor Rohani
8. Berikut ini adalah proses pembentukan kepribadian kecuali …
a. Masa Kanak-kanak
b. Masa Remaja
c. Masa Muda
d. Masa Tua
9. Salah satu kepribadian yang ditunjukan ketika memasuki masa kanak-kanak diantaranya ….
a. Mengganggu orang lain
b. Mengikuti dan meniru tindakan orang disekitarnya
c. Mengikuti bentuk fisik dari orang yang ditirunya
d. Membandel
10. Akibat yang terjadi jika pranata keluarga tidak diterapkan dalam mengatur pribadi keluarga adalah…
a. Keluarga menjadi harmonis
b. Terjadi pertengkaran antar sesama anggota keluarga
c. Hubungan antar sesama anggota keluarga menjadi retak
d. Terjadi penyimpangan kepribadian
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apa pengertian dari Pranata sosial?
2. Apa yang dimaksud dengan Pranata keluarga?
3. Apakah pengertian dari kepribadian?
4. Sebutkan fungsi dari pranata Keluarga!
5. Sebutkan contoh peran pranata keluarga dalam pembentukan kepribadian?
1. Istilah Pranata sosial berasal dari bahasa inggris yaitu :
a. Social Pranation
b. Social intitution
c. Social family
d. Social office
2. Berikut ini adalah bagian dari pranata sosial kecuali …..
a. Pranata Keluarga
b. Pranata Agama
c. Pranata kehidupan
d. Pranata Ekonomi
3. Pengertian pranata keluarga menurut Horton dan Hunt adalah …
a. Tempat untuk berlindung
b. Suatu kelompok yang saling bekerja sama
c. Suatu kelompok yang memiliki nenek moyang yang sama
d. Suatu kelompok yang memiliki turan-aturan tertentu
4. Fungsi pranata keluarga menurut Rober M.Z lawang adalah kecuali …
a. Fungsi Seksual dan Reproduksi
b. Fungsi menyandarkan hidup
c. Fungsi Ekonomi
d. Fungsi Edukatif
5. Fungsi keluarga menurut Horton dan Hunt adalah kecuali ….
a. Fungsi pengaturan seksual
b. Fungsi reproduksi
c. Fungsi Sosialisasi
d. Fungsi perilaku sosial
6. Pengertian kepribadian menurut Theodore M. Newcomb adalah ….
a. Merupakan jati diri individual
b. organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang dari perilakunya
c. organisasi faktor-faktor biologis, psikologi dan sosiologis yang mendasari perilaku seorang individu
d. suatu susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seseorang individu
7. Faktor pembentuk kepribadian menurut Roucek yaitu …
a. Faktor Psikologis atau kejiwaan
b. Faktor Pribadi
c. Faktor keluarga
d. Faktor Rohani
8. Berikut ini adalah proses pembentukan kepribadian kecuali …
a. Masa Kanak-kanak
b. Masa Remaja
c. Masa Muda
d. Masa Tua
9. Salah satu kepribadian yang ditunjukan ketika memasuki masa kanak-kanak diantaranya ….
a. Mengganggu orang lain
b. Mengikuti dan meniru tindakan orang disekitarnya
c. Mengikuti bentuk fisik dari orang yang ditirunya
d. Membandel
10. Akibat yang terjadi jika pranata keluarga tidak diterapkan dalam mengatur pribadi keluarga adalah…
a. Keluarga menjadi harmonis
b. Terjadi pertengkaran antar sesama anggota keluarga
c. Hubungan antar sesama anggota keluarga menjadi retak
d. Terjadi penyimpangan kepribadian
B. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apa pengertian dari Pranata sosial?
2. Apa yang dimaksud dengan Pranata keluarga?
3. Apakah pengertian dari kepribadian?
4. Sebutkan fungsi dari pranata Keluarga!
5. Sebutkan contoh peran pranata keluarga dalam pembentukan kepribadian?
Peranan Pranata Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian
Keluarga merupakan awal dari pembentukan kepribadian seseorang, begitu seseorang lahir, ia sudah langsung berhubungan dengan keluarganya. Sebagai anggota keluarga yang baru lahir, ia sangat membutuhkan perlindungan dan pengayoman dari anggota keluarganya. Proses pembentukan kepribadian ini dimulai dari belajar mengikuti perilaku ,tindakan dan ajaran dari orang-orang yang ada disekitarnya hingga belajar berjalan, bertindak dan berperilaku. Oleh karena itu disinilah peran keluarga sangat diperlukan dalam pembentukan kepribadian, keluarga dituntut untuk mendidik anak agar bertindak, berperilaku dan berbicara dengan benar. Peran yang diharuskan di antaranya:
a. Selalu dekat dengan anak.
b. Memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar.
c. Memberikan contoh agar anak bisa membedakan antara yang benar dan yang salah, baik atau buruk dan pantas atau tidak.
d. Memberikan contoh yang baik kepada anak, seperti berbuat baik didepan anak-anaknya.
e. Menasehati anak-anaknya jika ternyata berbuat salah dan menunjukan jalan yang benar.
Apabila peran-peran tersebut tidak dilakukan dengan benar maka besar kemungkinan terjadi penyimpangan-penyimpangan kepribadian seperti :
a. Anak mengalami kekecewaan karena orang tua selalu sibuk dengan perkerjaannya, sehingga perhatian terhadap anak terabaikan.
b. Anak mengalami tekanan mental/jiwa karena orang tua terlalu memaksakan kehendaknya tanpa memberi kebebasan terhadap anak untuk berlaku mandiri.
Proses pembentukan kepribadian
Proses pembentukan kepribadian mempunyai beberapa tahapan yaitu :
a. Masa Anak-anak
Pada masa ini masa dimana seorang anak membutuhkan bantuan dari orang tua dan orang orang disekitarnya dimana pada masa ini anak meniru apa yang dilakukan oleh orang yang berada disekitarnya seperti cara berbicara,cara makan dan cara berperilaku.
b. Masa Remaja
Pada masa ini seseorang tidak hanya meniru perbuatan orang – orang yang ada disekitarnya ataupun yang dilihatnya misalkan idolanya, tapi pada masa ini seseorang mulai berupaya untuk menyerupai orang disekitarnya misalkan mulai dari cara berpakaian, model rambut sampai cara bertingkah laku.
Para ahli psikologi sering menyebut masa ini sebagai masa puber yaitu suatu masa dimana berkembangnya fisik dan seksualitas seseorang, dalam masa ini juga seseorang seringkali mengalami situasi krisis seperti:
a. bertemperemen yang keras dan agresif atau sebaliknya suka menyendiri dan murung.
b. Mempunyai kepribadian yang labil.
c. Mudah tersinggung dan sukar mengendalikan emosi.
d. Mudah terpengaruh oleh hal-hal tertentu baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif.
e. Selalu ingin mengetahui hal-hal yang baru.
Jika hal-hal diatas tidak diatasi dengan benar maka bisa mengakibatkan perilaku yang menyimpang seperti seks bebas, penyalahgunaan narkotika, kenakalan remaja dan lain-lain, sehingga peran pranata sosial dalam hal ini sangat diperlukan.
c. Masa Dewasa
Pada masa ini proses seseorang tidak hanya meniru tetapi mulai memasuki tahapan menyesuaikan diri. Pada masa ini seseorang diharapkan bisa menyesuaikan dirinya dengan pola sosial budaya di masyarakat sekitarnya dan memperolah status di masyarakatnya. Setelah melalui proses pernikahan dan mempunyai anak maka proses – proses yang dijelaskan sebelumnya akan diwarisi ke generasi berikutnya.
Pembentukan pribadi seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan masyarakat tempat seseorang tinggal, dan faktor-faktor tersebut yaitu :
a. Kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
b. Cara hidup didalam lingkungan masyarakat yang terkait, misalkan masyarakat kota dan desa.
c. Kebudayaan khusus berdasarkan kelas sosial yang dapat dilihat dari cara berpakaian, cara bergaul dan sebagainya.
d. Kebudayaan khusus atas dasar agama.
e. Pekerjaan atau keahlian.
Faktor dan unsur pembentuk kepribadian
Menurut roucek dan warren ada 3 faktor yang membentuk kepribadian seorang individu, yaitu:
a. Faktor biologis atau fisik
Yaitu faktor yang Membentuk kepribadian karena disebabkan oleh unsur biologis dan fisik, seperti orang yang cacat fisik cenderung mempunyai kepribadian rendah diri, pemalu, dan sukar bergaul.
b. Faktor Psikologis atau kejiwaan
Yaitu faktor yang membentuk kepribadian berdasarkan unsur kejiwaan atau psikologis seperti pemarah dan pemalu.
c. Faktor sosiologis atau lingkungan
Yaitu faktor yang membentuk kepribadian seseorang berdasarkan kelompok atau lingkungan masyarakatnya. Seperti orang yang tinggal di pedesaan cenderung mempunyai sifat rasa solideritas yang tinggi sebaliknya orang yang tinggal di lingkungan perkotaan cenderung mempunyai sifat individualis.
Sedangkan menurut koentjaraningrat, pembentukan kepribadian dipengaruhi oleh 3 unsur, yaitu:
a. Unsur pengetahuan
Yaitu unsur yang bersumber dari pola pikir yang rasional, bentuknya dapat berupa pengamatan terhadap suatu hal secara instensif dan terfokus.
b. Unsur perasaan
Yaitu unsur perasaan yang bersifat positif dan negatif terhadap sesuatu yang terjadi, misalnya jika terjadi penurunan produksi beras maka oleh para spekulan itu dianggap sebuah pertanda positif untuk mencari keuntungan sedangkan oleh para pemakai beras (konsumen) hal itu dianggap merupakan pertanda negatif karena harga beras akan mengalami kenaikan.
c. Unsur Naluri atau Dorongan
Yaitu unsur yang berfungsi untuk memenuhi berbagai kehidupan yang bersifat jasmani maupun rohani.
Sedangkan menurut Soerjono Soekanto menerangkan bahwa proses pembentukan kepribadian diperoleh melalaui proses sosialisasi dimana proses ini dimulai semenjak ia dilahirkan sampai akhir hayatnya.
Pengertian Kepribadian
Menurut sosiolog Theodore M. Newcomb kepribadian merupakan organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang dari perilakunya. Sedangkan menurut Roucek dan warren kepribadian adalah organisasi faktor-faktor biologis,psikologi dan sosiologis yang mendasari perilaku seorang individu.
Menurut Koentjaraningrat kepribadian adalah suatu susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seseorang individu atau yang berada dalam tiap individu. Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kepribadian itu adalah abtraksi dari pola perilaku manusia yang mempunyai ciri-ciri watak yang khas dan konsisten sebagai seorang individu.
Pengertian dan Fungsi Pranata Keluarga
Pengertian Pranata Keluarga
Keluarga merupakan satuan terkecil dari masyarakat, menurut Horton dan Hunt keluarga itu adalah :
a. Suatu Kelompok yang memiliki nenek moyang yang sama.
b. Suatu kelompok kekerabatan yang disatukan oleh darah atau perkawinan
c. Pasangan perkawinan dengan atau tanpa anak.
d. Pasangan tanpa nikah yang mempunyai anak
e. Satu orang dengan beberapa anak
Sedangkan menurut Robert M.Z Lawang, keluarga merupakan suatu gejala yang universal dalam artian bahwa dalam masyarakat pasti terdapat keluarga. Menurutnya juga keluarga mempunyai memiliki 4 karakteristik yaitu :
a. Keluarga terdiri dari ikatan orang-orang yang bersatu yang terikat oleh ikatan perkawinan,darah atau adopsi.
b. Para anggota keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam suatu rumah dan mereka membentuk satu rumah tangga.
c. Keluarga merupakan sekumpulan orang-orang yang berinteraksi dan saling berkomunikasi.
d. Keluarga mempertahankan suatu kebudayaan bersama misalkan keluarga orang sunda dan keluarga batak.
Jadi keluarga adalah sekelompok orang-orang yang terikat oleh ikatan perkawinan,ikatan darah maupun adopsi yang hidup dalam satu rumah dan saling berinteraksi juga berkomunikasi untuk mempertahankan kebudayaan bersama atau membentuk kebudayaan baru.
2. Fungsi Pranata keluarga
Menurut Robert M.Z lawang terdapat 3 fungsi keluarga yaitu :
a. Fungsi Seksual dan Reproduksi
Fungsi seksual berfungsi untuk mengatur kebutuhan manusia dalam menyalurkan hasrat seksualnya secara benar sedangkan fungsi reproduksi berfungsi untuk membuat/melanjutkan keturunan.
b. Fungsi Ekonomi
Berfungsi untuk mengatur masalah ekonomi keluarga supaya setiap anggota dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya dan dapat bertahan hidup.
c. Fungsi Edukatif
Fungsi ini terdiri dari 2 bagian yaitu fungsi informal dan fungsi formal. Fungsi informal berarti pendidikan yang sifatnya non formal yang diberikan oleh sesama anggota keluarga. Fungsi formal berarti pendidikan yang sifatnya formal yang diberikan oleh sesama anggota keluarga.
Sedangkan menurut bruce J. Cohen fungsi pranata keluarga, yaitu:
1) Mengatur perilaku sosial.
2) Memelihara kelangsungan keturunan melalui kelahiran.
3) Merawat dan melindungi anak-anak.
4) Mensosialisasikan anak.
5) Mengatur penempatan status sebagai penerus warisan sosial.
6) Mencukupi kebutuhan ekonomi .
Horton dan hunt mendefinisikan fungsi keluarga sebagai berikut :
1) Fungsi pengaturan seksual
Yaitu keluarga merupakan tempat untuk mengatur dan menggunakan keinginan seksual.
2) Fungsi reproduksi
Keluarga adalah tempat untuk memiliki keturunan.
3) Fungsi Sosialisasi
Keluarga adalah tempat untuk mensosialisasikan anak sehingga kelak dapat berfungsi dalam masyarakat.
4) Fungsi Afeksi
Keluarga adalah tempat untuk mendapatkan kasih sayang
5) Fungsi penentuan status
Dalam sebuah keluarga ditentukan status seseorang misalkan ibu, ayah, dan anak.
6) Fungsi perlindungan
Keluarga berfungsi untuk melindungi seluruh anggota keluarga baik dari segi fisik, ekonomi dan psikologis.
7) Fungsi ekonomi
Keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup anggota keluarganya.
Keluarga merupakan satuan terkecil dari masyarakat, menurut Horton dan Hunt keluarga itu adalah :
a. Suatu Kelompok yang memiliki nenek moyang yang sama.
b. Suatu kelompok kekerabatan yang disatukan oleh darah atau perkawinan
c. Pasangan perkawinan dengan atau tanpa anak.
d. Pasangan tanpa nikah yang mempunyai anak
e. Satu orang dengan beberapa anak
Sedangkan menurut Robert M.Z Lawang, keluarga merupakan suatu gejala yang universal dalam artian bahwa dalam masyarakat pasti terdapat keluarga. Menurutnya juga keluarga mempunyai memiliki 4 karakteristik yaitu :
a. Keluarga terdiri dari ikatan orang-orang yang bersatu yang terikat oleh ikatan perkawinan,darah atau adopsi.
b. Para anggota keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam suatu rumah dan mereka membentuk satu rumah tangga.
c. Keluarga merupakan sekumpulan orang-orang yang berinteraksi dan saling berkomunikasi.
d. Keluarga mempertahankan suatu kebudayaan bersama misalkan keluarga orang sunda dan keluarga batak.
Jadi keluarga adalah sekelompok orang-orang yang terikat oleh ikatan perkawinan,ikatan darah maupun adopsi yang hidup dalam satu rumah dan saling berinteraksi juga berkomunikasi untuk mempertahankan kebudayaan bersama atau membentuk kebudayaan baru.
2. Fungsi Pranata keluarga
Menurut Robert M.Z lawang terdapat 3 fungsi keluarga yaitu :
a. Fungsi Seksual dan Reproduksi
Fungsi seksual berfungsi untuk mengatur kebutuhan manusia dalam menyalurkan hasrat seksualnya secara benar sedangkan fungsi reproduksi berfungsi untuk membuat/melanjutkan keturunan.
b. Fungsi Ekonomi
Berfungsi untuk mengatur masalah ekonomi keluarga supaya setiap anggota dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya dan dapat bertahan hidup.
c. Fungsi Edukatif
Fungsi ini terdiri dari 2 bagian yaitu fungsi informal dan fungsi formal. Fungsi informal berarti pendidikan yang sifatnya non formal yang diberikan oleh sesama anggota keluarga. Fungsi formal berarti pendidikan yang sifatnya formal yang diberikan oleh sesama anggota keluarga.
Sedangkan menurut bruce J. Cohen fungsi pranata keluarga, yaitu:
1) Mengatur perilaku sosial.
2) Memelihara kelangsungan keturunan melalui kelahiran.
3) Merawat dan melindungi anak-anak.
4) Mensosialisasikan anak.
5) Mengatur penempatan status sebagai penerus warisan sosial.
6) Mencukupi kebutuhan ekonomi .
Horton dan hunt mendefinisikan fungsi keluarga sebagai berikut :
1) Fungsi pengaturan seksual
Yaitu keluarga merupakan tempat untuk mengatur dan menggunakan keinginan seksual.
2) Fungsi reproduksi
Keluarga adalah tempat untuk memiliki keturunan.
3) Fungsi Sosialisasi
Keluarga adalah tempat untuk mensosialisasikan anak sehingga kelak dapat berfungsi dalam masyarakat.
4) Fungsi Afeksi
Keluarga adalah tempat untuk mendapatkan kasih sayang
5) Fungsi penentuan status
Dalam sebuah keluarga ditentukan status seseorang misalkan ibu, ayah, dan anak.
6) Fungsi perlindungan
Keluarga berfungsi untuk melindungi seluruh anggota keluarga baik dari segi fisik, ekonomi dan psikologis.
7) Fungsi ekonomi
Keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup anggota keluarganya.
Fungsi dan Jenis Pranata Sosial
Fungsi Pranata Sosial
Fungsi-fungsi pranata sosial menurut Horton dan Hunt terbagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Fungsi Manifest atau fungsi nyata, yaitu fungsi pranata yang disadari dan diakui oleh masyarakat.
2. Fungsi laten atau fungsi terselubung yaitu fungsi pranata yang tidak disadari oleh masyarakat tetapi memberikan sumbangan bagi kehidupan masyarakat.
Jenis-jenis Pranata Sosial
Menurut koentjaraningrat pranata sosial itu ada 8 macam, yaitu:
1. Pranata sosial yang bertujuan memenuhi kehidupan kekerabatan misalnya perkawinan, tata cara berkeluarga dan pengasuhan anak.
2. Pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam mata pencahariannya misalnya perkebunan, pertanian dan peternakan.
3. Pranata sosial yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan, misalnya Taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah dan perguruan tinggi.
4. Pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia misalnya ilmu pengetahuan.
5. Pranata sosial yang bertujuan memenuhi kebutuhan rohani atau batiniah dalam mengekpresikan rasa dalam diri manusia misalkan seni rupa dan seni lukis.
6. Pranata sosial yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia dengan penciptanya misalkan sholat, kebaktian dan dzikir.
7. Pranata sosial yang bertujuan untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bermasyarakat misalkan pemerintahan dan partai.
8. Pranata sosial yang bertujuan untuk mengurus kebutuhan jasmani manusia misalkan kecantikan, olah raga dan berbelanja.
Dari kedelapan pranata sosial tersebut ada 5 jenis yang masuk kedalam bidang sosiologi karena kelima jenis tersebut dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, 5 jenis pranata sosial tersebut di antaranya:
1. Pranata Keluarga
2. Pranata Agama
3. Pranata Ekonomi
4. Pranata Pendidikan
5. Pranata Politik
Fungsi-fungsi pranata sosial menurut Horton dan Hunt terbagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Fungsi Manifest atau fungsi nyata, yaitu fungsi pranata yang disadari dan diakui oleh masyarakat.
2. Fungsi laten atau fungsi terselubung yaitu fungsi pranata yang tidak disadari oleh masyarakat tetapi memberikan sumbangan bagi kehidupan masyarakat.
Jenis-jenis Pranata Sosial
Menurut koentjaraningrat pranata sosial itu ada 8 macam, yaitu:
1. Pranata sosial yang bertujuan memenuhi kehidupan kekerabatan misalnya perkawinan, tata cara berkeluarga dan pengasuhan anak.
2. Pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam mata pencahariannya misalnya perkebunan, pertanian dan peternakan.
3. Pranata sosial yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan, misalnya Taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah dan perguruan tinggi.
4. Pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia misalnya ilmu pengetahuan.
5. Pranata sosial yang bertujuan memenuhi kebutuhan rohani atau batiniah dalam mengekpresikan rasa dalam diri manusia misalkan seni rupa dan seni lukis.
6. Pranata sosial yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia dengan penciptanya misalkan sholat, kebaktian dan dzikir.
7. Pranata sosial yang bertujuan untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bermasyarakat misalkan pemerintahan dan partai.
8. Pranata sosial yang bertujuan untuk mengurus kebutuhan jasmani manusia misalkan kecantikan, olah raga dan berbelanja.
Dari kedelapan pranata sosial tersebut ada 5 jenis yang masuk kedalam bidang sosiologi karena kelima jenis tersebut dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, 5 jenis pranata sosial tersebut di antaranya:
1. Pranata Keluarga
2. Pranata Agama
3. Pranata Ekonomi
4. Pranata Pendidikan
5. Pranata Politik
Pengertian Pranata Sosial
Pengertian Pranata Sosial
Pranata sosial berasal dari Istilah bahasa Inggris, yaitu Social Institution atau Institusi Sosial. Jadi istilah pranata sosial bisa disebut juga institusi sosial, sedangkan menurut ahli-ahli sosiologi, pranata sosial atau intitusi sosial adalah sebagai beriku.
1. Harry M. Johnson dalam Kamanto Sunarto, menyatakan bahwa pranata sosial adalah seperangkat aturan/tata cara yang telah melembaga, yaitu:
a. Telah diterima sejumlah besar anggota sistem sosial
b. Ditanggapi secara sungguh sungguh
c. Dikenakan sanksi tertentu terhadap pelanggarnya.
2. Kornblum dan Kamanto Sunarto, mendefinisikan bahwa pranata sosial adalah suatu struktur status dan peran yang diarahkan ke pemenuhan kebutuhan dasar anggota masyarakat.
3. Koentjaraningrat, mendefinisikan bahwa pranata sosial adalah institusi sosial yang berarti suatu aturan-aturan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.
4. Robert Biersted, mendefinisikan bahwa pranata sosial adalah cara yang terorganisasi untuk mengerjakan sesuatu.
5. Mac Iver dan Page mendefinisikan bahwa pranata sosial adalah tata cara dan prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antara sesama masyarakat.
6. Peter L. Berger mendefinisikan bahwa Pranata sosial adalah pola yang sudah pasti mengenal tingkah laku manusia.
7. Leopold Von Weise dan Howard Becker mengartikan pranata sosial adalah proses-proses hubungan antar manusia dan antar kelompok manusia yang berfungsi untuk memelihara hubungan-hubungan tersebut serta pola-polanya, sesuai dengan kepentingan-kepentingan manusia dan kelompoknya.
8. Bruce J.Cohen mengindefinisikan pranata sosial sebagai pola-pola sosial yang tersusun rapi dan permanen serta mengandung tindakan tertentu yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, tampak bahwa kebutuhan- kebutuhan masyarakat merupakan tujuan dari pranata sosial dan berdasarkan data-data di atas juga dapat disimpulkan bahwa pranata/institusi sosial adalah suatu aturan atau tata cara yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada dasarnya kebutuhan masyarkat dapat digolongkan menjadi 5 bagian, yaitu:
1. Kebutuhan akan pengaturan ikatan kekerabatan
2. Kebutuhan akan pengaturan pembagian kekuasaan
3. Kebutuhan akan pengaturan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa.
4. Kebutuhan akan pewarisan nilai,norma dan pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya
5. Kebutuhan akan pengaturan hubungan manusia dengan kekuatan ilahi.
Lima kebutuhan di atas terdapat dalam kehidupan bermasyarakat baik di masyarakat desa maupun kota, jika kelima kebutuhan di atas tidak terpenuhi secara seimbang maka akan timbul suatu kekacauan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pranata sosial berasal dari Istilah bahasa Inggris, yaitu Social Institution atau Institusi Sosial. Jadi istilah pranata sosial bisa disebut juga institusi sosial, sedangkan menurut ahli-ahli sosiologi, pranata sosial atau intitusi sosial adalah sebagai beriku.
1. Harry M. Johnson dalam Kamanto Sunarto, menyatakan bahwa pranata sosial adalah seperangkat aturan/tata cara yang telah melembaga, yaitu:
a. Telah diterima sejumlah besar anggota sistem sosial
b. Ditanggapi secara sungguh sungguh
c. Dikenakan sanksi tertentu terhadap pelanggarnya.
2. Kornblum dan Kamanto Sunarto, mendefinisikan bahwa pranata sosial adalah suatu struktur status dan peran yang diarahkan ke pemenuhan kebutuhan dasar anggota masyarakat.
3. Koentjaraningrat, mendefinisikan bahwa pranata sosial adalah institusi sosial yang berarti suatu aturan-aturan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.
4. Robert Biersted, mendefinisikan bahwa pranata sosial adalah cara yang terorganisasi untuk mengerjakan sesuatu.
5. Mac Iver dan Page mendefinisikan bahwa pranata sosial adalah tata cara dan prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antara sesama masyarakat.
6. Peter L. Berger mendefinisikan bahwa Pranata sosial adalah pola yang sudah pasti mengenal tingkah laku manusia.
7. Leopold Von Weise dan Howard Becker mengartikan pranata sosial adalah proses-proses hubungan antar manusia dan antar kelompok manusia yang berfungsi untuk memelihara hubungan-hubungan tersebut serta pola-polanya, sesuai dengan kepentingan-kepentingan manusia dan kelompoknya.
8. Bruce J.Cohen mengindefinisikan pranata sosial sebagai pola-pola sosial yang tersusun rapi dan permanen serta mengandung tindakan tertentu yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, tampak bahwa kebutuhan- kebutuhan masyarakat merupakan tujuan dari pranata sosial dan berdasarkan data-data di atas juga dapat disimpulkan bahwa pranata/institusi sosial adalah suatu aturan atau tata cara yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada dasarnya kebutuhan masyarkat dapat digolongkan menjadi 5 bagian, yaitu:
1. Kebutuhan akan pengaturan ikatan kekerabatan
2. Kebutuhan akan pengaturan pembagian kekuasaan
3. Kebutuhan akan pengaturan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa.
4. Kebutuhan akan pewarisan nilai,norma dan pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya
5. Kebutuhan akan pengaturan hubungan manusia dengan kekuatan ilahi.
Lima kebutuhan di atas terdapat dalam kehidupan bermasyarakat baik di masyarakat desa maupun kota, jika kelima kebutuhan di atas tidak terpenuhi secara seimbang maka akan timbul suatu kekacauan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pranata Sosial
Manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk dapat melangsungkan kehidupannya sehingga manusia diharuskan untuk berhubungan dengan orang lain baik itu berkomunikasi, mengadakan transaksi , berteman , menikah, dan sebagainya.
Dalam kehidupan bersosialisasi tersebut tercipta aturan-aturan atau tata cara yang mengatur hubungan antara sesama manusia dan individu agar kehidupan bermasyarakat bisa berjalan normal, baik itu dari segi keluarga, agama, ekonomi, pendidikan, politik ataupun dari segi lainnya.
Aturan tersebut di atas biasanya ada yang diatur oleh institusi-institusi ataupun badan-badan yang berfungsi sebagai pengawas/pengendali supaya aturan yang ada dijalankan dengan benar.
Aturan-aturan yang mengatur hubungan antara sesama manusia dan individu dari berbagai segi kehidupan dalam Ilmu sosiologi merupakan salah satu dari Peranan Pranata Sosial dalam mengatur kehidupan bermasyarakat dan intitusi-intusi atau badan yang mengawasi/mengontrol pelaksanaan aturan dan tatacara kehidupan bermasyarakat adalah bagian dari pranata sosial.
Oleh karena itu, jelas sekali bahwa peranan pranata sosial sangat dibutuhkan dalam mengatur hubungan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebelum mengetahui peranan-peranaan pranata sosial di dalam kehidupan masyarakat ada baiknya kita mengetahui apa itu pranata sosial , bagaimana ciri-ciri dari pranata sosial, tipe-tipe apakah yang terdapat dalam pranata sosial, bagaimana fungsi dari pranata sosial dan jenis-jenis apa yang terdapat dalam pranata sosial.
Dalam kehidupan bersosialisasi tersebut tercipta aturan-aturan atau tata cara yang mengatur hubungan antara sesama manusia dan individu agar kehidupan bermasyarakat bisa berjalan normal, baik itu dari segi keluarga, agama, ekonomi, pendidikan, politik ataupun dari segi lainnya.
Aturan tersebut di atas biasanya ada yang diatur oleh institusi-institusi ataupun badan-badan yang berfungsi sebagai pengawas/pengendali supaya aturan yang ada dijalankan dengan benar.
Aturan-aturan yang mengatur hubungan antara sesama manusia dan individu dari berbagai segi kehidupan dalam Ilmu sosiologi merupakan salah satu dari Peranan Pranata Sosial dalam mengatur kehidupan bermasyarakat dan intitusi-intusi atau badan yang mengawasi/mengontrol pelaksanaan aturan dan tatacara kehidupan bermasyarakat adalah bagian dari pranata sosial.
Oleh karena itu, jelas sekali bahwa peranan pranata sosial sangat dibutuhkan dalam mengatur hubungan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebelum mengetahui peranan-peranaan pranata sosial di dalam kehidupan masyarakat ada baiknya kita mengetahui apa itu pranata sosial , bagaimana ciri-ciri dari pranata sosial, tipe-tipe apakah yang terdapat dalam pranata sosial, bagaimana fungsi dari pranata sosial dan jenis-jenis apa yang terdapat dalam pranata sosial.
Soal Latihan IPS SMP SOSIOLOGI: Proses sosial
I. Berilah tanda silang (x) pada huruf di depan jawaban yang paling tepat!
1. Proses sosial terdiri dari dua jenis yaitu :
a. Asimilatif dan Asosiatif
b. Asosiatif dan desosiatif
c. Desosiatif dan provokatif
d. Asosiatif dan asimilasi.
2. Berikut ini adalah jenis proses sosial asosiatif kecuali …
a. Kerja sama
b. Asimilasi
c. Konflik
d. Akulturasi
3. Berikut ini adalah jenis proses sosial desosiatif kecuali…
a. Konflik
b. Pertentangan
c. Persaingan
d. Asimilasi
4. Kerjasama langsung yaitu…
a. kerjasama yang timbul/terjadi secara spontan atau mendadak
b. kerja sama yang timbul/terjadi karena adanya sebuah perintah dari yang memerintah
c. kerja sama yang timbul/terjadi disebabkan oleh ketentuan-ketentuan tertentu
d. Kerjasama yang diakibatkan karena terpaksa.
5. Kerja sama kontrak yaitu :
a. kerjasama yang timbul/terjadi secara spontan atau mendadak
b. kerja sama yang timbul/terjadi karena adanya sebuah perintah dari yang memerintah
c. kerja sama yang timbul/terjadi disebabkan oleh ketentuan-ketentuan tertentu
d. Kerjasama yang diakibatkan karena terpaksa.
6. Join Venture adalah proses sosial asosiatif yang berjenis….
a. Kerjasama c. Pertentangan
b. Asimilasi d. Akulturasi
7. Akomodasi yaitu …
a. Upaya untuk mempersatukan orang
b. Upaya untuk mencapai penyelesaian dari suatu konflik
c. Upaya untuk menampung pendapat orang
d. Upaya untuk memisahkan persatuan
8. Akulturasi adalah …
a. Proses untuk menyerap kebudayaan luar dalam kebudayaan sendiri
b. Proses untuk menghilangkan kebudayaan luar dari kebudayaan sendiri
c. Proses untuk menggabungkan dua buah kebudayaan menjadi sebuah kebudayaan yang baru
d. Proses untuk melawan kebudayaan yang datang dari luar
9. Fungsi dinamis dari persaingan yaitu :
a. menyalurkan daya kreativitas yang dinamis,
b. timbulnya rasa percaya diri; serta
c. makin kokohnya solidaritas dan kebanggaan kelompok.
d. Semua Salah
10. Kontravensi adalah …
a. Proses untuk mencari penyelesaian masakah
b. Proses yang berada diantara persaingan dan pertentangan atau konflik
c. Proses untuk mencari masalah
d. Proses untuk mendapatkan masalah.
II. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apakah arti dari proses sosial?
2. Sebutkan jenis-jenis proses sosial!
3. Apakah yang dimaksud dengan asimilasi?
4. Apakah proses disosiatif itu?
5. Sebutkan jenis-jenis proses disosiatif!
6. Apakah arti dari persaingan?
7. Apakah arti dari akulturasi?
8. Apakah yang dimaksud dengan konflik?
9. Apakah yang dimaksud dengan kontravensi?
10. Apakah yang dimaksud akomodasi?
1. Proses sosial terdiri dari dua jenis yaitu :
a. Asimilatif dan Asosiatif
b. Asosiatif dan desosiatif
c. Desosiatif dan provokatif
d. Asosiatif dan asimilasi.
2. Berikut ini adalah jenis proses sosial asosiatif kecuali …
a. Kerja sama
b. Asimilasi
c. Konflik
d. Akulturasi
3. Berikut ini adalah jenis proses sosial desosiatif kecuali…
a. Konflik
b. Pertentangan
c. Persaingan
d. Asimilasi
4. Kerjasama langsung yaitu…
a. kerjasama yang timbul/terjadi secara spontan atau mendadak
b. kerja sama yang timbul/terjadi karena adanya sebuah perintah dari yang memerintah
c. kerja sama yang timbul/terjadi disebabkan oleh ketentuan-ketentuan tertentu
d. Kerjasama yang diakibatkan karena terpaksa.
5. Kerja sama kontrak yaitu :
a. kerjasama yang timbul/terjadi secara spontan atau mendadak
b. kerja sama yang timbul/terjadi karena adanya sebuah perintah dari yang memerintah
c. kerja sama yang timbul/terjadi disebabkan oleh ketentuan-ketentuan tertentu
d. Kerjasama yang diakibatkan karena terpaksa.
6. Join Venture adalah proses sosial asosiatif yang berjenis….
a. Kerjasama c. Pertentangan
b. Asimilasi d. Akulturasi
7. Akomodasi yaitu …
a. Upaya untuk mempersatukan orang
b. Upaya untuk mencapai penyelesaian dari suatu konflik
c. Upaya untuk menampung pendapat orang
d. Upaya untuk memisahkan persatuan
8. Akulturasi adalah …
a. Proses untuk menyerap kebudayaan luar dalam kebudayaan sendiri
b. Proses untuk menghilangkan kebudayaan luar dari kebudayaan sendiri
c. Proses untuk menggabungkan dua buah kebudayaan menjadi sebuah kebudayaan yang baru
d. Proses untuk melawan kebudayaan yang datang dari luar
9. Fungsi dinamis dari persaingan yaitu :
a. menyalurkan daya kreativitas yang dinamis,
b. timbulnya rasa percaya diri; serta
c. makin kokohnya solidaritas dan kebanggaan kelompok.
d. Semua Salah
10. Kontravensi adalah …
a. Proses untuk mencari penyelesaian masakah
b. Proses yang berada diantara persaingan dan pertentangan atau konflik
c. Proses untuk mencari masalah
d. Proses untuk mendapatkan masalah.
II. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apakah arti dari proses sosial?
2. Sebutkan jenis-jenis proses sosial!
3. Apakah yang dimaksud dengan asimilasi?
4. Apakah proses disosiatif itu?
5. Sebutkan jenis-jenis proses disosiatif!
6. Apakah arti dari persaingan?
7. Apakah arti dari akulturasi?
8. Apakah yang dimaksud dengan konflik?
9. Apakah yang dimaksud dengan kontravensi?
10. Apakah yang dimaksud akomodasi?
Proses sosial Disosiatif (Jenis-Jenis Proses Sosial)
Proses sosial Disosiatif adalah proses sosial yang mengarah pada perpecahan dan perbedaan dari suatu kominitas.
Jenis-Jenis Proses disosiatif :
a. Persaingan
Persaingan adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu, agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya.
Konsepsi tersebut merupakan definisi persaingan dalam arti persaingan yang “sehat”, dengan pola aturan main yang wajar. Dalam kenyataan masyarakat, terutama di bidang bisnis dan politik, sering kita temukan pola persaingan bebas yang “tidak sehat” dengan menghalalkan segala cara demi tercapainya kemenangan.
Persaingan mempunyai fungsi yang dinamis yaitu:
1. menyalurkan daya kreativitas yang dinamis,
2. menyalurkan daya juang yang sifatnya kompetitif,
3. memberikan stimulus atau rangsangan dinamis untuk berprestasi secara optimal,
4. untuk menyeleksi penempatan atau kedudukan seseorang dalam hierarki organisasi secara tepat sesuai dengan kemampuannya (the right man in the right place), dan
5. untuk menghasilkan spesialisasi keahlian yang menhasilkan sistem pembagian kerja secara efektif.
Ruang lingkup persaingan meliputi:
1. bidang sosial-ekonomi, seperti bidang perdagangan;
2. bidang sosial-budaya, seperti bidang kesenian dan keolahragaan;
3. bidang sosial-politik, misalnya bidang pemerintahan dan organisasi politik; serta
4. bidang keagamaan diantara kelompok-kelompok atau sekte yang berlainan paham keagamaannya.
Hasil akhir dari suatu persaingan yang berhasil antara lain:
1. terjadinya perubahan sikap dan kepribadian yang makin mantap;
2. timbulnya daya juang yang dinamis dan progresif;
3. timbulnya rasa percaya diri; serta
4. makin kokohnya solidaritas dan kebanggaan kelompok.
b. Kontravensi
Kontravensi adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang-terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok maupun terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian, akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.
Proses kontravensi mencakup lima subproses berikut ini:
1. proses yang umum dari kontravensi seperti penolakan, keengganan, gangguan terhadap pihak lain, pengacauan rencana pihak lain, dan perbuatan kekerasan.
2. Kontravensi sederhana seperti memaki-maki, menyangkal pihak lain, mencerca, memfitnah, dan menyebarkan surat selebaran.
3. Kontravensi yang intensif seperti: penghasutan, penyebaran desas-desus, dan mengecewakan pihak lain.
4. Kontravensi yang bersifat rahasia seperti: mengumumkan rahasia pihak lain, berkhianat, dan seterusnya.
5. Kontravensi yang bersifat taktis, seperti: intimidasi, propokasi, mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lawan dan sebagainya.
Tipe-tipe kontravensi meliputi:
1. kontravensi yang menyangkut generasi, misalnya, perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda;
2. kontravensi yang menyangkut perbedaan jenis kelamin, misalnya mengenai perbedaan antara golongan wanita dan golongan pria mengenai gerakan emansipasi; dan
3. kontravensi parlementer, misalnya menyangkut hubungan golongan mayoritas dengan minoritas di dalam masyarakat.
Tipe-tipe khusus dari kontravensi meliputi:
1. kontravensi antara komuniti yang berlainan, dan
2. kontravensi antara golongan-golongan dalam komuniti.
c. Pertentangan atau konflik sosial
Pertentangan atau konflik sosial adalah proses antarperorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial diantara mereka yang bertikai tersebut. Upaya untuk menghilangkan ganjalan tersebut dilakukan oleh masing-masing pihak melalui cara-cara yang tidak wajar, tidak konstitusional, sehingga menimbulkan adanya semacam pertikaian ke arah benturan fisik dan kepentingan yang saling menjatuhkan.
Hal-hal yang menimbulkan terjadinya pertentangan antara lain:
1. perbedaan pendapat mengenai suatu masalah prinsip;
2. perselisihan faham yang berkepanjangan yang mengusik harga diri dan kebanggaan masing-masing pihak;
3. benturan kepentingan mengenai suatu obyek yang sama;
4. perbedaan sistem nilai dan norma dari kelompok masyarakat yang berlainan kebudayaan;
5. perbedaan kepentingan politik kenegaraan baik dalam suatu negara ataupun antar negara.
Akibat yang timbul dari suatu pertentangan antara lain:
1. tambahnya solidaritas dalam kelompok;
2. berubahnya sikap kepribadian, baik yang mengarah kepada hal-hal yang bersifat positifmaupun negatif;
3. terjadinya perubahan sosialyang mengancam keutuhan kelompok;
4. jatuhnya korban manusia, rusak dan hilangnya harta benda jika terjadi benturan fisik;
5. terjadinya negosiasi di antara pihak-pihak yang bertikai, apabila ada kehendak untuk meredakan ketegangan, dan apabila tidak terjadi negosiasi pada akhir konflik akan timbul dominasi dari salah satu pihak terhadap pihak lain. Dalam hal ini pihak yang menang akan mendominasi pihak yang kalah, sehingga tidak terjadi keseimbangan antara pihak-pihak yang mengalami konflik tersebut;
6. jika tidak terjadi negosiasi, akhir dari konflik akan menyebabkan salah satu pihak menjadi kalah, dan pokok permasalahannya didominasi oleh pemenang.
Negosiasi atau perundingan yang digunakan untuk mengurangi dan menghilangkan ketegangan dalam situasi konflik dapat dikenal dalam bentuk akomodasi seperti berikut.
1. Kompromi, yakni kedua belah pihak yang bertikai saling mengalah. Mereka saling memberi dan menerima kebijakan tertentu atas dasar suka sama suka.
2. Toleransi, yakni sikap saling menghargai dan menghormati pendirian masing-masing pihak.
3. Konversi, yakni salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain.
4. Coersion, yakni penyelesaiansuatu konflik melalui suatu prose yang dipaksakan.
5. Mediasi, yakni penyelesaian suatu konflik dengan mengundang pihak ketiga yang netral, dan berfungsi sebagai penasihat.
6. Arbitrase, yakni penyelesaian konflik melalui pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak yang bertikai.
7. Konsiliasi, yakni usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang bertikai dalam suatu perundingan agar diperoleh persetujuan bersama.
8. Ajudikasi, yakni penyelesaian perkara atau pangkal pertentangan di pengadilan.
9. Segregasi, yakni upaya untuk saling memisahkan diri dan saling menghindar diantara pihak-pihak yang bertikai dalam rangka mengurangi ketegangan dan menghilangkan konflik.
10. Gencatan senjata, yakni penangguhan permusuhan/peperangan untuk jangka waktu tertentu sambil mengupayakan terselenggaranya upaya-upaya penyelesaian konflik di antara pihak-pihak yang bertikai.
11. Stalemate, yakni kedua belah pihak mencapai satu titik.
Proses Sosial Asosiatif (Jenis-Jenis Proses Sosial)
Proses sosial asosiatif yaitu proses sosial yang mengarah pada persatuan dan kesatuan pada sebuah komunitas seperti kerjasama, akomodasi, asimilasi, akulturasi.
a. Kerjasama
Kerja sama merupakan bagian dari interaksi sosial, karena interaksi sosial dilakukan oleh satu atau beberapa orang (kelompok) yang biasanya menghasilkan sebuah kerjasama.
Kerjasama akan selalu terdapat dan dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat karena dengan kerjasama sebuah pekerjaan akan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Berdasarkan kegiatannya kerjasama dapat dibedakan menjadi:
1) Kerja sama Spontan
Yaitu kerjasama yang timbul/terjadi secara spontan atau mendadak seperti kerjasama untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran.
2) Kerja Sama langsung
Yaitu kerja sama yang timbul/terjadi karena adanya sebuah perintah dari yang memerintah seperti kerjasama untuk membuat sebuah rumah.
3) Kerja sama Kontrak
Yaitu kerja sama yang timbul/terjadi disebabkan oleh ketentuan-ketentuan tertentu yang sifatnya dilakukan untuk jangka waktu tertentu seperti kerjasama antara pemilik perusahaan dengan pegawai yang bekerja kontrak.
4) Kerja sama Tradisional
Yaitu kerja sama yang timbul / terbentuk karena adanya sebuah tradisi dalam masyarakat seperti kerja sama untuk mengadakan pesta jika musim panen tiba.
Tradisi kerja sama yang umum dikenal pada masyarakat pedesaan di Indonesia adalah pola gotong royong dengan berbagai variasi yang khas, antara lain:
1) pada masyarakat Sunda dikenal Sambat Sinambat ketika akan mengerjakan sawah, membangun rumah, menyelenggarakan perhelatan seperti pesta perkawinan, dan lain-lain;
2) pada masyarakat Jawa dikenal bentuk gotong royong yang dinamakan Gugur Gunung ketika akan mengerjakan sawah memperbaiki bendungan, dan lain sebagainya;
3) pada masyarakat Bali dikenal organisasi Subak yang mengatur sistem pengairan sawah; dan
4) pada masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara dikenal organisasi pertanian Mapalus seperti Subak di Bali.
Pada masyarakat kota yang sudah begitu kompleks struktur kemasyarakatannya, pola kerja sama seperti gotong royong sudah memiliki modifikasi khas kota, dengan motif:
1) untuk memperoleh keuntungan ekonomis secara efektif dan efesien;
2) untuk menghindarkan persaingan bebas dibentuklah semacam asosiasi atau perserikatan, baik di bidang ekonomi, politik, kesenian, keolahragaan, dan lain-lain;
3) untuk menggalang kesatuan dan persatuan bangsa di bidang bela negara, cinta tanah air, dan lain-lain.
Menurut James D. Thompson dan William J. Mc Ewen, ada lima bentuk kerja sama bila ditinjau dari pelaksanaannya yaitu sebagai berikut.
1) Kerukunan yang meliputi gotong royong dan tolong menolong.
2) Bargaining, yaitu kerja sama yang dilaksanakan atas dasar perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.
3) Kooptasi (cooptation), yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, untuk menghindari kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.
4) Koalisi (coalition), yaitu kerja sama yang dilaksanakan oleh dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu, karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktur yang berbeda antara satu dengan yang lain, namun karena maksud utama adalah untuk mencapai tujuan bersama, maka sifatnya menjadi kerja sama.
5) Join-venture (usaha patungan) yaitu: kerja sama yang dilaksanakan karena adanya pengusahaan proyek-proyek tertentu.
b. Akomodasi (Accomodation)
Akomodasi mempunyai dua aspek pengertian berikut ini.
1) Upaya untuk mencapai penyelesaian dari suatu konflik atau pertikaian. Jadi, mengarah kepada prosesnya.
2) Keadaan atau kondisi selesainya suatu konflik atau pertikaain tersebut. Jadi, mengarah kepada suatu kondisi berakhirnya pertikaian.
Akomodasi didahului oleh adanya dua kelompok atau lebih yang saling bertikai. Masing-masing kelompok dengan kemauannya sendiri berusaha untuk berakomodasi menghilangkan gap atau barier yang menjadi pangkal pertentangan, sehingga konflinya mereda. Sebagai hasil akhir dari kondisi akomodasi ini, idealnya akan terjadi asimilasi diantara kelompok-kelompok yang bertikai tadi. Hal semacam ini sering terjadi di antara partai politik yang berkoalisi atau negara yang berserikat.
Akomodasi bertujuan untuk:
1. mengurangi perbedaan paham, pertentangan politik, atau permusuhan antarsuku atau antar negara;
2. mencegah terjadinya ledakan konflik yang mengarah pada benturan pola pikir atau benturan fisik;
3. mengupayakan terjadinya akomodasi diantara masyarakat yang dipisahkan oleh sistem kelas atau kasta; dan
4. mengupayakan terjadinya proses pembauran atau asimilasi di antara kelompok kesukuan atau ras.
c. Asimilasi (Assimilation)
Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya proses asimilasi antara lain sebagai berikut.
1. Adanya toleransi dan keterbukaan untuk saling menghargai dan menerima unsur-unsur kebudayaan lain.
2. Adanya sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya.
3. Adanya kesamaan harkat dan tingkat unsur kebudayaannya.
4. Adanya upaya untuk saling menerima dan saling memberi dari unsur kebudayaan atas kerja sama yang saling menguntungkan.
Adanya pembauran melalui kawin campuran antara anggota kelompok masyarakat yang berbeda. Faktor-faktor yang menghalangi atau mempersulit terjadinya proses asimilasi antara lain sebagai berikut.
1. Adanya kelompok masyarakat yang terisolir dari pergaulan masyarakat umum, misalnya kelompok minoritas.
2. Adanya diskriminasi dan politik pembatasan fasilitas kehidupan masyarakat dari kelompok penguasa kepada kelompok yang dikuasai, atau dari kelompok mayoritas kepada kelompok minoritas.
3. Adanya kecurigaan dan kecemburuan sosial terhadap kelompok lain.
4. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan terhadap kebenaran kebudayaan lain.
5. Adanya perasaan primordial, yakni perasaan bahwa kebudayaan sendiri lebih tinggi dan merendahkan kebudayaan lain.
6. Adanya perbedaan yang sangat mencolok, seperti perbedaan ciri-ciri ras, perbedaan teknologi di bidang perekonomian, dan lain-lain.
Bagi masyarakat Indonesia yang majemuk, proses asimilasi ditujukan untuk pembauran antara suku bangsa yang berlainan etnis dan antara warga negara keturunan asing atau nonpri dan pribumi.
Walaupun tantangan dan kendalanya cukup berat, namun dalam rangka membetuk kesatuan dan persatuan bangsa yang dilandasi budaya nasional, upaya yang simpatik ini perlu didukung bersama.
d. Akulturasi (Acculturation)
Proses akulturasi di dalam sejarah kebudayaan umat manusia sering terjadi di antara masyarakat yang bertetangga. Hubungan kehidupan masyarakat mereka sedemikian akrabnya, sehingga mereka sering mengadakan hubungan dagang, hubungan politik, bahkan sering terjadi hubungan darahmelalui tali perkawinan. Pada saat seperti itu unsur kebudayaan mereka saling berdifusi dan saling menyerap. Sering pula proses akulturasi terjadi akibat adanya migrasi massal dari sekelompok masyarakat manusia yang mendatangi suatu wilayah, yang dihuni oleh sekelompok masyarakat dengan kebudayaan tertentu. Contoh: proses akulturasi yang sangat ideal adalah masuk dan diserapnya unsur-unsur kebudayaan Hindu dan Islam di pulau Jawa. Unsur-unsur kepribadian kebudayaan tersebut dalam masyarakat Jawa masih tetap sehingga disebut kebudayaan Hindu-Jawa dan Islam-Jawa.
Berlainan dengan proses akulturasi seperti telah dipaparkan di atas, pada zaman sejarah penjajahan atau kolonialisme, kita mengenal bentuk penetrasi kebudayaan secara paksa. Masuknya unsur-unsur kebudayaan kaum penjajah merusak kebudayaan bangsa yang dijajah melalui apa yang disebut penetration violence. Unsur dan kepribadian kebudayaan yang dijajah nyaris punah dan lahirlah kebudayaan baru yang didominasi oleh unsur dan kepribadian kaum penjajah. Bentuk kebudayaan baru tersebut sering disebut mestizo-culture. Contohnya kebudayaan bangsa sekitar kepulauan Micronesia dan Polinesia di pasifik, dan kebudayaan di Amerika latin dan Amerika tengah.
Dalam proses akulturasi akan timbul beberapa permasalahan sebagaimana lazimnya terjadi proses perubahan sosial budaya. Yaitu:
1. masalah unsur-unsur kebudayaan tertentu yang mudah diterima dan sukar diterima,
2. masalah individu atau kelompok individu tertentu yang cepat mnerima dan lambat atau sukar menerima unsur-unsur kebudayaan asing,
3. masalah ketegangan dan konflik sosial yang timbul akibat adanya proses akulturasi.
Unsur kebudayaan yang mudah diterima, antara lain:
1. unsur kebudayaan material atau kebendaan;
2. unsur teknologi ekonomi yang manfaat cepat dirasakan dan mudah dioperasikan, misalnya alat pertanian;
3. unsur kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan kondisi setempat, misalnya unsur-unsur kesenian dan hiburan; dan
4. unsur kebudayaan yang dampaknya tidak begitu mendalam, misalnya unsur mode.
Unsur kebudayaan yang sukar diterima antara lain:
1. unsur kebudayaan yang keberadaannya maendasari pola pikir masyarakat, seperti unsur religi dan keagamaan, falsafah hidup; dan
2. unsur kebudayaan berdasarkan proses sosialisasi yang sangat meluas dalam kehidupan masyarakat, misalnya sistem kekerabatan, mata pencaharian pokok, makanan pokok, dan kebiasaan makan.
Individu yang mudah menerima unsur kebudayaan asing antara lain:
1. generasi atau kaum muda yang pada dasarnya masih belum memiliki identitas dan kepribadian yang mantap;
2. kelompok masyarakat yang belum memiliki posisi penting dalam masyarakatnya; dan
3. kelompok masyrakat yang hidupnya terisolir dan tertekan, misalnya kaum minoritas dan penganggur.
Individu yang sukar menerima unsur-unsur kebudayaan asing antara lain:
1. kaum tua yang hidupnya kolot tradisional,
2. kelompok masyarakat yang hidupnya sudah mantap dan memiliki posisi pentingdalam masyarakat, dan
3. kelompok masyarakat yang hidupnya frustasi dan memisahkan atau mengisolasi diri secara eksterm, misalnya sekte-sekte kepercayaan yang ortodoks dan eksterm (semacam aliran “sesat”), dan kelompok “mekanisme” atau “Gerakan Ratu Adil”.
PENGERTIAN PROSES SOSIAL
Apakah proses sosial itu? Proses sosial adalah suatu kegiatan di dalam kehidupan bermasyarakat baik individual maupun kelompok, yang mengarah pada tujuan tertentu. Dalam ilmu sosiologi, proses sosial merupakan segi dinamis dari dari struktur sosial dan menginduk kepada sistem sosial.
Soal Latihan Sosiologi SMP; Penyimpangan Sosial
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Polisi melatih siswa salah satu sekolah tentang cara berlalu lintas. Pengendalian sosial yang dilakukan polisi terhadap siswa ini bersifat ....
a. mendidik
b. preventif
c. mengajak
d. persuasif
2. Peran orang tua dalam pengendalian sosial sangat penting karena ....
a. orang tua mencari nafkah untuk anaknya
b. orang tua memberikan perlindungan terhadap anaknya
c. tempat pertama anak menerima pendidikan
d. orang tua menyekolahkan anak-anaknya
3. Jika seseorang karena sangat terpaksa melakukan pencurian, maka sikap yang perlu diberikan adalah ....
a. dihajar ramai-ramai agar pelaku jera
b. dipanggilkan anggota polisi untuk menyelesaikan masalah
c. dikejar dan ditangkap
d. empati dan diberikan penjelasan agar ia menjadi baik
4. Jika ada pejabat pemerintah melakukan penyelewengan atau korupsi dengan kewenangannya, maka sikap yang perlu diberikan adalah ....
a. dihajar ramai-ramai agar pelaku jera
b. dipanggilkan anggota polisi untuk menyelesaikan masalah
c. dikejar dan ditangkap
d. empati dan diberikan penjelasan agar ia menjadi baik
5. Seorang tokoh yang memiliki kharisma akan memiliki wibawa tinggi yang dapat berfungsi sebagai ....
a. penguasa di wilayahnya
b. kekuatan oposisi
c. kontrol sosial
d. penyimpang sosial
6. Ketika ada penyimpangan sosial yang dilakukan secara berkelompok terorganisasi maka hanya polisi dan TNI yang mampu menghadapinya. Kontrol polisi dan TNI ini termasuk ....
a. pribadi terhadap pribadi lainnya
b. pribadi terhadap kelompok
c. kelompok terhadap kelompok lainnya
d. kelompok terhadap anggota-anggotanya
7. Seorang pegawai negeri yang melakukan tindakan melawan hukum akan diberhentikan dan menerima sanksi. Proses demikian berarti ada pengendalian ....
a. pribadi terhadap pribadi lainnya
b. pribadi terhadap kelompok
c. kelompok terhadap kelompok lainnya
d. kelompok terhadap anggota-anggotanya
8. Pada dasarnya perilaku menyimpang yang dilakukan seseorang sebagai anggota masyarakat adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan ....
a. undang-undang
b. konstitusi
c. hukum
d. nilai dan norma
9. Penyimpangan sosial yang tergolong dalam tindak kejahatan atau kriminalitas adalah....
a. Pemerkosaan
b. mencegah kehamilan
c. lesbianisme
d. homoseksual
10. Penyimpangan sosial yang tergolong sebagai perwujudan gaya hidup adalah....
a. kumpul kebo
b. kelainan seksual
c. narkotika
d. penjudi professional
11. Penyimpangan sosial yang biasanya langsung dikaitkan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang memprihatinkan adalah ....
a. perzinaan
b. kelainan seksual
c. kumpul kebo
d. pelacuran
12. Alkoholisme dan penyalahgunaan narkotika termasuk dalam salah satu macam penyimpangan sosial, yaitu ....
a. kejahatan atau kriminalitas
b. perilaku seksual
c. bentuk gaya hidup
d. konsumsi yang berlebihan
13. Pelaku dari perilaku menyimpang primer mempunyai hubungan dengan masyarakat sekitarnya yang ditandai dengan ....
a. ketidak mampuan pelaku untuk bergaul kembali
b. adanya upaya pengasingan dari masyarakat sekitarnya
c. keinginan masyarakat untuk melenyapkan pelakunya
d. tidak ada halangan untuk menjadi anggota masyarakat lagi
14. Contoh perilaku menyimpang sekunder antara lain ... .
a. pelaku pemerkosaan dan pembunuhan sadis
b. mahasiswa yang terlibat dalam kasus unjuk rasa
c. pengemudi kendaraan bermotor yang ngebut
d. orang yang mengandalkan koneksi untuk dapat pekerjaan
15. Tindakan kolusi dan korupsi di perusahaan atau instansi pemerintah, termasuk dalam tipe perilaku menyimpang ....
a. primer - individual
b. sekunder - individual
c. primer - kelompok
d. primer - sekunder
16. Massa yang terlibat dalam kasus pengeroyokan seorang penjambret sampai meninggal dunia, termasuk dalam tipe perilaku menyimpang ....
a. primer - individual
b. sekunder - individual
c. primer - kelompok
d. primer - sekunder
17. Penyalahgunaan narkotika menyebabkan terjadinya drownsiness, yang berarti....
a. proses melemahnya seluruh organ tubuh penderita
b. kondisi tidak berfungsinya bagian tubuh yang vital
c. ketidakmampuan otak untuk bekerja secara normal
d. kondisi ketidaksadaran atau ingatan kacau seseorang
18. Berikut ini adalah beberapa sebab penyalahgunaan narkotika, kecuali....
a. untuk membuktikan keberanian dalam bertindak
b. mencari dan menemukan arti kebenaran
c. menunjukkan tindakan menentang otoritas
d. untuk mencari dan menemukan arti hidup
19. Perkelahian pelajar atau tawuran termasuk dalam fenomena patologis. Maksudnya adalah....
a. proses penyelewengan terhadap nilai dan norma
b. gejala kesalahan sosialisasi di kalangan keluarga
c. proses pelonggaran pengawasan sosial dari masyarakat
d. penyakit masyarakat yang sudah bersifat kompleks
20. Salah satu sifat tawuran adalah ....
a. agresivitas direncanakan terlebih dahulu
b. pelaku tidak mempunyai sasaran yang jelas
c. pelaku tahu persis akan akibat hukumnya
d. berpangkal dari dendam pribadi atau kelompok
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Apa yang dimaksud dengan penyimpangan sosial?
2. Apa sebabnya penyimpangan sosial lebih banyak terjadi di kota?
3. Sebutkan dua contoh penyimpangan sosial yang dilakukan oleh kelompok!
4. Sebutkan dua contoh pengendalian sosial yang dilakukan oleh kelompok terhadap anggotanya!
5. Jelaskan apa yang dimaksud penyimpangan sosial bersifat positif! Berikan contohnya!
6. Apa yang dimaksud dengan pengendalian sosial?
7. Kemukakan empat cakupan pengendalian sosial!
8. Jelaskan dua sifat pengendalian sosial!
9. Ada dua cara pengendalian sosial. Sebutkan dan jelaskan masing-masing pengendalian sosial itu!
10. Bilamana gosip dapat terjadi?
1. Polisi melatih siswa salah satu sekolah tentang cara berlalu lintas. Pengendalian sosial yang dilakukan polisi terhadap siswa ini bersifat ....
a. mendidik
b. preventif
c. mengajak
d. persuasif
2. Peran orang tua dalam pengendalian sosial sangat penting karena ....
a. orang tua mencari nafkah untuk anaknya
b. orang tua memberikan perlindungan terhadap anaknya
c. tempat pertama anak menerima pendidikan
d. orang tua menyekolahkan anak-anaknya
3. Jika seseorang karena sangat terpaksa melakukan pencurian, maka sikap yang perlu diberikan adalah ....
a. dihajar ramai-ramai agar pelaku jera
b. dipanggilkan anggota polisi untuk menyelesaikan masalah
c. dikejar dan ditangkap
d. empati dan diberikan penjelasan agar ia menjadi baik
4. Jika ada pejabat pemerintah melakukan penyelewengan atau korupsi dengan kewenangannya, maka sikap yang perlu diberikan adalah ....
a. dihajar ramai-ramai agar pelaku jera
b. dipanggilkan anggota polisi untuk menyelesaikan masalah
c. dikejar dan ditangkap
d. empati dan diberikan penjelasan agar ia menjadi baik
5. Seorang tokoh yang memiliki kharisma akan memiliki wibawa tinggi yang dapat berfungsi sebagai ....
a. penguasa di wilayahnya
b. kekuatan oposisi
c. kontrol sosial
d. penyimpang sosial
6. Ketika ada penyimpangan sosial yang dilakukan secara berkelompok terorganisasi maka hanya polisi dan TNI yang mampu menghadapinya. Kontrol polisi dan TNI ini termasuk ....
a. pribadi terhadap pribadi lainnya
b. pribadi terhadap kelompok
c. kelompok terhadap kelompok lainnya
d. kelompok terhadap anggota-anggotanya
7. Seorang pegawai negeri yang melakukan tindakan melawan hukum akan diberhentikan dan menerima sanksi. Proses demikian berarti ada pengendalian ....
a. pribadi terhadap pribadi lainnya
b. pribadi terhadap kelompok
c. kelompok terhadap kelompok lainnya
d. kelompok terhadap anggota-anggotanya
8. Pada dasarnya perilaku menyimpang yang dilakukan seseorang sebagai anggota masyarakat adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan ....
a. undang-undang
b. konstitusi
c. hukum
d. nilai dan norma
9. Penyimpangan sosial yang tergolong dalam tindak kejahatan atau kriminalitas adalah....
a. Pemerkosaan
b. mencegah kehamilan
c. lesbianisme
d. homoseksual
10. Penyimpangan sosial yang tergolong sebagai perwujudan gaya hidup adalah....
a. kumpul kebo
b. kelainan seksual
c. narkotika
d. penjudi professional
11. Penyimpangan sosial yang biasanya langsung dikaitkan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang memprihatinkan adalah ....
a. perzinaan
b. kelainan seksual
c. kumpul kebo
d. pelacuran
12. Alkoholisme dan penyalahgunaan narkotika termasuk dalam salah satu macam penyimpangan sosial, yaitu ....
a. kejahatan atau kriminalitas
b. perilaku seksual
c. bentuk gaya hidup
d. konsumsi yang berlebihan
13. Pelaku dari perilaku menyimpang primer mempunyai hubungan dengan masyarakat sekitarnya yang ditandai dengan ....
a. ketidak mampuan pelaku untuk bergaul kembali
b. adanya upaya pengasingan dari masyarakat sekitarnya
c. keinginan masyarakat untuk melenyapkan pelakunya
d. tidak ada halangan untuk menjadi anggota masyarakat lagi
14. Contoh perilaku menyimpang sekunder antara lain ... .
a. pelaku pemerkosaan dan pembunuhan sadis
b. mahasiswa yang terlibat dalam kasus unjuk rasa
c. pengemudi kendaraan bermotor yang ngebut
d. orang yang mengandalkan koneksi untuk dapat pekerjaan
15. Tindakan kolusi dan korupsi di perusahaan atau instansi pemerintah, termasuk dalam tipe perilaku menyimpang ....
a. primer - individual
b. sekunder - individual
c. primer - kelompok
d. primer - sekunder
16. Massa yang terlibat dalam kasus pengeroyokan seorang penjambret sampai meninggal dunia, termasuk dalam tipe perilaku menyimpang ....
a. primer - individual
b. sekunder - individual
c. primer - kelompok
d. primer - sekunder
17. Penyalahgunaan narkotika menyebabkan terjadinya drownsiness, yang berarti....
a. proses melemahnya seluruh organ tubuh penderita
b. kondisi tidak berfungsinya bagian tubuh yang vital
c. ketidakmampuan otak untuk bekerja secara normal
d. kondisi ketidaksadaran atau ingatan kacau seseorang
18. Berikut ini adalah beberapa sebab penyalahgunaan narkotika, kecuali....
a. untuk membuktikan keberanian dalam bertindak
b. mencari dan menemukan arti kebenaran
c. menunjukkan tindakan menentang otoritas
d. untuk mencari dan menemukan arti hidup
19. Perkelahian pelajar atau tawuran termasuk dalam fenomena patologis. Maksudnya adalah....
a. proses penyelewengan terhadap nilai dan norma
b. gejala kesalahan sosialisasi di kalangan keluarga
c. proses pelonggaran pengawasan sosial dari masyarakat
d. penyakit masyarakat yang sudah bersifat kompleks
20. Salah satu sifat tawuran adalah ....
a. agresivitas direncanakan terlebih dahulu
b. pelaku tidak mempunyai sasaran yang jelas
c. pelaku tahu persis akan akibat hukumnya
d. berpangkal dari dendam pribadi atau kelompok
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Apa yang dimaksud dengan penyimpangan sosial?
2. Apa sebabnya penyimpangan sosial lebih banyak terjadi di kota?
3. Sebutkan dua contoh penyimpangan sosial yang dilakukan oleh kelompok!
4. Sebutkan dua contoh pengendalian sosial yang dilakukan oleh kelompok terhadap anggotanya!
5. Jelaskan apa yang dimaksud penyimpangan sosial bersifat positif! Berikan contohnya!
6. Apa yang dimaksud dengan pengendalian sosial?
7. Kemukakan empat cakupan pengendalian sosial!
8. Jelaskan dua sifat pengendalian sosial!
9. Ada dua cara pengendalian sosial. Sebutkan dan jelaskan masing-masing pengendalian sosial itu!
10. Bilamana gosip dapat terjadi?
Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial
Bentuk-bentuk pengendalian sosial yang biasanya dilakukan baik dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern, agar hasilnya efektif adalah;
a. Menanamkan atau mempertahankan keyakinan para anggota kelompok masyarakat akan adanya peraturan-peraturan atau norma-norma yang masih berlaku.
b. Menunjukkan sikap bangga atau memberikan penghargaan-penghargaan tertentu bagi anggota-anggota kelompok masyarakat yang dianggap patuh pada norma-norma yang berlaku.
c. Mempertebal rasa percaya diri, keberanian membela kebenaran, dan rasa tanggung jawab terhadap apa yang akan diperbuat.
d. Menciptakan lembaga-lembaga tertentu yang berhubungan dengan pemeliharaan tata tertib, kesopanan atau memberikan sanksi-sanksi yang tegas terhadap para anggota yang melakukan penyimpangan.
e. Memberikan contoh-contoh konkret tentang cara-cara bersikap dan bergaul dalam kehidupan bermasyarakat
6. Peran pranata-pranata (Lembaga-Lembaga) Sosial dalam Upaya Pengendalian Sosial
Dalam mengendalikan perilaku yang menyimpang, peran pranata sosial sangat penting. Beberapa pranata sosial yang memegang peranan cukup penting antara lain:
a. Polisi. Polisi merupakan badan pemerintah yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban umum, termasuk juga menangkap orang-orang yang melanggar undang-undang/peraturan yang berlaku. Polisi juga bertugas melakukan penyidikan atas kejahatan dan pelanggaran menurut ketentuan yang ada. Selaku penyidik suatu perkara, polisi mempunyai wewenang untuk menerima laporan atau pengaduan dari anggota masyarakat tentang adanya tindak pidana atau pelanggaran-pelanggaran lainnya. Sesuai dengan peran polisi sebagai penjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat, polisi memiliki tugas-tugas penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam masyarakat. Di samping itu polisi juga melakukan pembinaan terhadap mereka yang melakukan penyimpangan dan penyuluhan tentang hukum pada masyarakat.
b. Pengadilan. Pengadilan merupakan suatu badan atau organisasi yang dibentuk oleh negara untuk mengurus dan mengadili perselisihan-perselisihan hukum. Semua putusan pengadilan diambil “atas nama Republik Indonesia” atau “atas nama keadilan”. Hukum dalam arti yang luas merupakan alat pengendalian sosial yang biasanya diang-gap paling ampuh, karena disertai dengan sanksi-sanksi yang tegas yang mendatangkan penderitaan, dan dianggap sebagai sarana formal. Apabila terjadi penyelewengan terhadap ketentuan hukum yang berlaku maka si pelaku dapat dihukum dengan hukuman penjara, membayar denda, bahkan hukuman mati. Bentuk-bentuk keputusan yang diberlakukan pada si pelanggar akan ditetapkan setelah melalui proses pengadilan.
c. Adat. Adat berarti sesuatu yang dikenal, diketahui dan diulang-ulangi serta menjadi kebiasaan dalam masyarakat berupa perkataan atau macam-macam bentuk perbuatan. Adat sebenarnya adalah hukum. Unsur pembentuknya adalah pembiasaan dalam kehidupan manusia terus-menerus dan menjadi kelaziman yang diturut atau dilakukan sejak dahulu kala. Dalam adat terdapat aturan-aturan tentang beberapa segi kehidupan manusia yang tumbuh dari usaha orang dalam suatu daerah tertentu sebagai kelompok sosial untuk mengatur tata tertib tingkah laku anggota masyarakatnya. Di negara kita aturan-aturan tentang segi kehidupanmanusia itu menjadi aturan hukum yang mengikat dan disebut hukum adat. Di beberapa daerah di Indonesia aturan adat dan hukum adat masih kuat dan ditaati. Adat merupakan pranata yang berperan dalam mengendalikan perilaku yang menyimpang karena adat sebagai lem-baga berisi norma atau nilai untuk menghargai perbuatan yang harus dilakukan dan menghukum perbuatan yang menyimpang dari norma yang telah ditetapkan. Adapun adat yang berisi kebiasaan yang baru atau sementara dinamakan mode atau fashion. Adat yang melembaga dan sudah berjalan lama sekali serta turun temurun disebut “tradisi”; dan adat yang dipakai dalam merayakan hal-hal yang resmi dinamakan “upacara”. Etiket adalah tata cara dalam masyarakat dan sopan santun dalam memelihara hubungan baik diantara sesama manusia. Kebiasaaan yang di negara Barat disebut folkways adalah adat basa basi yang dijalankan dalam masyarakat sehari-hari karena diang-gap baik dan menyenangkan. Misalnya, kebiasaan menghormati orang-orang yang lebih tua usianya. Para anggota masyarakat yang melanggar adat akan menderita sanksi yang keras yang kadang-kadang diperlakukan secara tidak langsung. Misalnya ketentuan adat yang melarang terjadvnya perceraian antara suami isteri yang berlaku umum di daerah Lampung. Suatu perkawinan dinilai sebagai kehidu-pan bersama yang sifatnya abadi. Perkawinan hanya dapat terputus apabila salah satu meninggal dunia atau cerai mati. Apabila terjadi suatu perceraian, maka nama yang bersangkutan akan tercemar. Bahkan lebih dari itu seluruh keluarga dan seluruh orang sesukunya ikut tercemar. Untuk menghilangkan kecemaran tersebut diperlukan suatu upacara adat khusus yang membutuhkan biaya yang cukup besar. Biasanya orang yang melakukan pelanggaran tersebut dikelu-arkan dari masyarakat. Di daerah Minangkabau hal ini dikenal de-ngan istilah “dibuang sepanjang adat”.
d. Tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat adalah orang-orang yang dihormati dan disegani di masyarakatnya, karena aktivitasnya dalam kelompok, kecakapan, dan sifat-sifat tertentu yang dimilikinya. la selalu memberikan nasihat, tyimbingan, dan petujuk kepada anggota kelompoknya. Selain itu tokoh masyarakat juga mengawasi tingkah laku para anggotanya berdasarkan patokan yang ada dan yang telah dirumuskan bersama. Seandainya terjadi konflik di antara para warga masyarakat, seorang tokoh harus dapat menyelesaikan konflik tersebut dengan berpedoman pada ketentuan yang tegas yang telah disepakati bersama.
Jenis-jenis Pengendalian Sosial
Jenis-jenis pengendalian sosial untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang lain adalah gosip atau desas-desus, teguran, hukuman, pendidikan, agama. Untuk lebih jelasnya berikut akan dijelaskan masing-masing.
a. Gosip (Desas-desus)
Pengendalian sosial ada yang berbentuk desas-desus atau gosip. Desas-desus atau gosip adalah berita yang menyebar secara cepat dan tidak berlandaskan pada fakta atau kenyataan. Gosip biasanya terjadi pada saat kritik sosial secara terbuka tidak dapat dilontarkan. Gosip dapat tersebar melalui media massa atau melalui pembicaraan, Isi gosip tidak harus benar. Akan tetapi yang penting adalah bahwa apa yang digosipkan itu dapat membuat orangnya sadar akan perbuatannya yang menyimpang dan kembali kepada perilaku yang normal dalam masyarakat. Gosip menyebar secara cepat apabila terjadi penyimpangan sehingga mengakibatkan setiap orang akan lebih berhati-hati dalam bertingkah laku.
b. Hukuman
Pengendalian sosial juga dilakukan dengan cara menjatuhkan sanksi. Sanksi sebenarnya berarti persetujuan atau penolakan terhadap perilaku tertentu. Seandainya terjadi persetujuan maka sanksinya dinamakan sanksi positif. Sebaliknya, kalau terjadi penolakan sanksinya dinamakan sanksi negatif. Sanksi positif berisikan penghargaan atau imbalan (rewards) terhadap mereka yang telah mematuhi nilai-nilai maupun kaidah-kaidah, sehingga dapat dijadikan teladan. Misalnya, pemberian tanda jasa kepada mereka yang berjasa pada masyarakat dan negara. Sanksi negatif berisikan hukuman bagi mereka yang melakukan pelanggaran. Hukuman tersebut mencakup kegiatan untuk memulihkan keadaan, dalam arti yang sempit. Hukuman dalam arti yang sempit mencakup hukuman pidana, hukuman perdata, hukuman administratif, dan lain-lain. Hukuman pidana seyogyanya dicantumkan sebagai usaha terakhir, yang mencakup hukuman badan seperti hukuman kurungan, dan juga hukuman idiil seperti pengu-muman keputusan pengadilan.
Hukuman dalam arti luas merupakan alat pengendalian sosial yang biasa dianggap paling ampuh, karena disertai dengan sanksi-sanksi yang tegas yang mendatangkan penderitaan. Hukuman dianggap sebagai sarana formal.
Seseorang yang melakukan penyimpangan, setelah melalui putusan pengadilan dimaksukkan ke dalam penjara. Memasukkan seseorang ke dalam penjara merupakan cara formal untuk mengembalikan orang tersebut ke jalan yang sesuai dengan tuntutan dan harapan masyarakat. Di dalam penjara mereka dididik dalam suatu lingkungan, yang khusus diciptakan bagi mereka yang termasuk dalam kategori jahat dan sejenis-nya. Di penjara terdapat serangkaian peraturan yang sama sekali lain darimereka yang tinggal dalam masyarakat biasa. Semua peraturan dibuat agar mereka menjadi orang yang normal kembali. Itulah sebabnya penjara dinamakan Lembaga Pemasyarakatan.
c. Pendidikan
Pendidikan, di sekolah dan di luar sekolah, merupakan salah satu alat pengendalian sosial yang telah melembaga, baik pada masyarakat seder-hana maupun pada masyarakat yang sudah kompleks. Bila pendidikan sebagai sarana diterapkan secara efektif, kemungkinan besar sarana-sarana lain tidak perlu dipergunakan atau hanya dipergunakan secara minimal, seperti pada masyarakat sederhana tradisional. Pengendalian sosial pada masyarakat sederhana tradisional dilakukan secara ketat sekali, sehingga penyimpangan-penyimpangan jarang terjadi. Pendidikan luar sekolah (informal) yang serba ketat mengacu pada kepatuhan ter-hadap orangtua. Anak-anak sangat dianjurkan bahkan kadang-kadang dipaksa untuk menaati orangtua, karena orangtua selalu dianggap benar. Dewasa ini pendidikan sekolah menjadi semakin penting dan men-cakup ruang lingkup yang lebih luas. Sekolah sebagai lembaga pendidikan tidak saja mengajarkan pengetahuan dan keterampilan, melainkan juga memperhatikan perkembangan watak si anak melalui latihan kebiasaan dan tata tertib, pendidikan agama dan budi pekerti, dan sebagainya.
Menurut Brown (1961), pendidikan adalah proses pengendalian secara sadar untuk menghasilkan perubahan-perubahan tingkah laku dalam diri seseorang melalui kelompok. Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah suatu proses yang dimulai sejak lahir dan berlangsung sepanjang hidup. Pengertian pengendalian secara sadar ini berarti adanya tingkat-tingkat kesadaran dari tujuan yang hendak dicapai.
d. Agama
Kesucian setiap agama terletak pada ajarannya yang dipandang sakral oleh para pemeluknya. Sebagai panutan hidup, ajaran agama akan diwujudkan oleh setiap pemeluknya dalam tingkah laku sosialnya sehari-hari. Dalam kondisi seperti ini, agama kemudian menyatakan dirinya dalam bentuk tingkah laku keagamaan, baik datam format individu maupun kelompok. Oleh karena, itu secara sosiologis dikenal adanya istilah “orang-orang yang beragama” (penganut); “umat beragama” (komunitas); dan “tokoh umat beragama” (pemimpin/ulama).
Setiap pemeluk agama yang taat pada ajaran agamanya, senantiasa akan menyatakan tentang kebenaran agamanya. Sebab aturan hukum atau norma-norma yang bersumber pada ajaran agamanya, senantiasa di-jadikan sebagai pedoman bertindak dan dipatuhi dengan sepenuh hati.
Cara Pengendalian Sosial
Ada dua cara pengendalian sosial, yaitu :
a. Cara persuasif. Cara ini dilakukan apabila pengendalian sosial ditekankan pada usaha untuk mengajak atau membimbing.
b. Cara koersif (baca: ko-ersif). Cara ini dilakukan apabila pengendalian sosial ditekankan pada kekerasan atau ancaman dengan meng-gunakan kekuatan fisik.
Dari kedua cara di atas cara mana yang lebih baik, tergantung pada situasi yang dihadapi dan tujuan yang hendak dicapai serta jangka waktu yang dikehendaki.
Apabila pengendalian sosial dilakukan secara terburu-buru maka mungkin cara koersif dapat dilakukan. Misalnya, di beberapa tempat di kota-kota besar terdapat larangan berjualan bagi para pedagang kaki lima. Sering terjadi antara petugas ketertiban dan pedagang kaki lima saling mencari kesempatan baik, yaitu di satu pihak petugas ketertiban menin-dak dan di pihak lain pedagang kaki lima melanggar. Di sini jelas bahwa cara seperti di atas tidak efektif dan merendahkan wibawa petugas. Namun, perlu diketahui bahwa cara persuasif juga tidak selalu tepat.
Cakupan dan sifat Pengendalian Sosial
Cakupan Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Pengawasan dari individu terhadap invidu lain. Misalnya: Ketika Andri menegur sahabatnya, Yudi, agar tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas, itu berarti Andri sebagai individu telah melakukan pengen-dalian sosial terhadap individu lain.
b. Pengawasan dari individu terhadap kelompok. Misalnya: Seorang guru sedang mengawasi ujian yang dikerjakan oleh para siswa. Itu berarti guru tadi sedang melakukan pengendalian sosial terhadap kelompok.
c. Pengawasan dari kelompok terhadap kelompok. Misalnya:
1) Amerika Serikat memperingatkan Irak agar tidak mengulangi kem-bali serangannya ke Kuwait sebagai sebuah negara yang berdaulat.
2) DPR RI melalui dengar pendapat dengan Menteri Kehutanan dan staf meminta agar pengawasan hutan benar-benar ditingkatkan, sehingga kasus penebangan hutan secara liar tidak terulang kembali.
Pengendalian sosial pada kedua contoh di atas terjadi antara kelompok-kelompok sebagai suatu kesatuan dan bukan menyangkut pribadi-pribadi dari anggota kelompok yang bersangkutan.
d. Pengawasan dari kelompok terhadap individu. Misalnya: Sebuah perkumpulan sepakbola terpaksa melakukan tindakan tegas terhadap salah seorang pemainnya yang menerima uang suap. Tindakan yang diambil ini merupakan pengendalian sosial yang dilakukan oleh kelompok terhadap individu dalam masyarakat.
2. Sifat Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial memiliki dua sifat, yaitu:
a. Preventif, yaitu usaha yang dilakukan sebelum terjadi pelanggaran atau bertujuan mencegah terjadinya pelanggaran. Misalnya, seorang ibu menasihati putranya agar mengemudikan kendaraannya sesuai dengan aturan lalu lintas yang berlaku supaya terhindar dari kece-lakaan.
b. Represif, yaitu usaha yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran dan ditujukan untuk memulihkan keadaan pada situasi semula, seperti sebelum pelanggaran terjadi. Misalnya, si A berutang kepada si B dalam jumlah yang cukup besar dan berjanji akan mengembalikan utang tersebut pada tanggal yang sudah mereka sepakati berdua. Si A ternyata ingkar janji, sehingga si B terpaksa menggugat si B di pengadilan. Pengadilan memutuskan si A dihukum untuk mengembalikan uang tersebut ditambah dengan ganti rugi terhadap keterlam-batan pengembalian utang tersebut. Hal ini dilakukan untuk memulihkan situasi agar kembali pada keadaan semula.
Pengendalian sosial mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Pengawasan dari individu terhadap invidu lain. Misalnya: Ketika Andri menegur sahabatnya, Yudi, agar tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas, itu berarti Andri sebagai individu telah melakukan pengen-dalian sosial terhadap individu lain.
b. Pengawasan dari individu terhadap kelompok. Misalnya: Seorang guru sedang mengawasi ujian yang dikerjakan oleh para siswa. Itu berarti guru tadi sedang melakukan pengendalian sosial terhadap kelompok.
c. Pengawasan dari kelompok terhadap kelompok. Misalnya:
1) Amerika Serikat memperingatkan Irak agar tidak mengulangi kem-bali serangannya ke Kuwait sebagai sebuah negara yang berdaulat.
2) DPR RI melalui dengar pendapat dengan Menteri Kehutanan dan staf meminta agar pengawasan hutan benar-benar ditingkatkan, sehingga kasus penebangan hutan secara liar tidak terulang kembali.
Pengendalian sosial pada kedua contoh di atas terjadi antara kelompok-kelompok sebagai suatu kesatuan dan bukan menyangkut pribadi-pribadi dari anggota kelompok yang bersangkutan.
d. Pengawasan dari kelompok terhadap individu. Misalnya: Sebuah perkumpulan sepakbola terpaksa melakukan tindakan tegas terhadap salah seorang pemainnya yang menerima uang suap. Tindakan yang diambil ini merupakan pengendalian sosial yang dilakukan oleh kelompok terhadap individu dalam masyarakat.
2. Sifat Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial memiliki dua sifat, yaitu:
a. Preventif, yaitu usaha yang dilakukan sebelum terjadi pelanggaran atau bertujuan mencegah terjadinya pelanggaran. Misalnya, seorang ibu menasihati putranya agar mengemudikan kendaraannya sesuai dengan aturan lalu lintas yang berlaku supaya terhindar dari kece-lakaan.
b. Represif, yaitu usaha yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran dan ditujukan untuk memulihkan keadaan pada situasi semula, seperti sebelum pelanggaran terjadi. Misalnya, si A berutang kepada si B dalam jumlah yang cukup besar dan berjanji akan mengembalikan utang tersebut pada tanggal yang sudah mereka sepakati berdua. Si A ternyata ingkar janji, sehingga si B terpaksa menggugat si B di pengadilan. Pengadilan memutuskan si A dihukum untuk mengembalikan uang tersebut ditambah dengan ganti rugi terhadap keterlam-batan pengembalian utang tersebut. Hal ini dilakukan untuk memulihkan situasi agar kembali pada keadaan semula.
Upaya-Upaya Pengendalian sosial
Manusia sebagai makhluk sosial dalam pergaulan hidupnya sehari-hari selalu diatur oleh patokan-patokan atau kaidah-kaidah yang memberi batas pada kelakuannya. Tujuannya adalah agar manusia yang satu tidak merugikan manusia yang lain. Pelanggaran terhadap kaidah-kaidah yang berlaku akan menimbulkan pertentangan kepentingan-kepentingan sehingga terjadi goncangan-goncangan di dalam masyarakat.
Melalui proses sosialisasi, seseorang mempelajari perilaku yang dapat diterima dalam berbagai situasi dan belajar untuk membedakan antara pola-pola perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. Pada setiap masyarakat atau kelompok sosial lainnya selalu dikenal adanya pengendalian sosial. Pengen-dalian sosial sesungguhnya merupakan kelanjutan proses sosialisasi. Pengendalian ini berhubungan dengan cara-cara dan metode-metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar berperilaku sesuai dengan kehendak-kehendak kelompok atau masyarakatnya.
Pengendalian sosial adalah suatu proses yang direncanakan atau yang tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak, membimbing, atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. Apabila pengendalian sosial dijalankan secara efektif maka perilaku individu akan konsisten dengan tipe perilaku yang diharap-kan. Pengendalian sosial dilakukan secara timbal balik. Artinya kita mempengaruhi perilaku orang-orang lain dan sebaliknya orang lain juga mempengaruhi perilaku kita.
Mengembangkan Sikap Simpati terhadap Pelaku Penyimpangan Sosial
Setiap orang memiliki kepribadian masing-masing. Kepribadi-an seseorang akan tercermin dalam tindakan, sikap, dan perilaku-nya. Sikap dan perilaku seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor bawaan dan faktor Mngkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Keteraturan kehidupan sosial yang mengatur norma-norma sosial merupakan kendali bagi perilaku individu di masyarakat. Namun demikian, dalam pelaksanaannya sering ada perbedaan antara satu dengan yang lain. Perbedaan sebenarnya merupakan rahmat bila kita pandai dan mampu menyikapi perbedaan itu. Perbedaan jangan dijadikan suatu pertentangan, tapi jadikanlah perbedaan sebagai wacana berpikir untuk mencapai yang terbaik. Perbedaan agama, suku, organisasi dalam masyarakat harus disikapi dengan arif dan penuh toleransi sehingga tidak membuat perilaku seolah-olah kita yang paling benar dan orang lain semua salah. Hargailah pandangan dan pendapat yang berbeda antar individu yang ada dalam masyarakat, dan hindari memaksakan kehendak kepada orang atau kelompok lain.
Dalam tatanan kehidupan bersama tentu sudah ada aturan atau pranata hidup bersama, namun seringkali ada saja sebagian kecil individu atau kelompok yang menyimpang. Penyimpangan terhadap norma kehidupan bersama ini merupakan bagian dari penyimpangan sosial.
Pernahkah kalian menyaksikan seseorang yang memiliki penampilan berbeda dengan masyarakat umumnya? Keberbedaan seseorang tersebut tentu jangan langsung disambut secara sinis. Bisa jadi seseorang tersebut baru tergoncang jiwanya sehingga berpenampilan tanpa menghiraukan nilai dan norma. Contohnya: Seseorang yang sering kali mabuk-mabukan dan berjudi. Jelas ia telah melakukan penyimpangan sosial. Nah, menghadapi individu demikian, seharusnya perlu pendekatan-pendekatan sosial untuk menyadarkannya dan kembali pada nilai dan norma yang baik.
Contoh lain adalah seseorang bersama kelompoknya melakukan kerja sama merencanakan dan melakukan tindakan kriminal penodongan atau pencurian. Terhadap pelaku penyimpangan sosial ini seharusnya perlu pengendalian yang sistematis mulai secara preventif, persuasif, repressif, dan kuratif.
Perhatikan Contoh kasus berikut.
Di suatu tempat Kota A terdapat sekelompok anggota masyarakat yang mabuk-mabukan dan berjudi di tepi jalan dekat pasar. Masyarakat di sekitarnya merasa terganggu dengan aktivitas mereka.
Keberadaan mereka sebenarnya sudah diketahui aparat kepolisian. Pihak kepolisian sudah memberikan peringatan kepada kelompok tersebut. Bahkan, dua orang yang dianggap ketua kelompok tersebut pernah digelandang ke kantor polisi. Meskipun polisi sudah melakukan langkah-langkah dengan tujuan agar mereka menghentikan aktivitasnya, mereka tidak juga jera. Mereka justru mengumpulkan para “jagoannya” agar aktivitas mereka tetap berjalan lancar.
Dengan kondisi yang demikian, coba kalian berikan alternatif penyelesaian masalah tersebut! Solusi yang diharapkan adalah
1) kelompok pemabuk dan penjudi sadar
2) masyarakat sekitar puas
3) polisi sebagai aparat penegak hukum senang.
Perilaku Penyimpangan Sosial Sebagai Akibat Proses Sosialisasi yang Tidak Sempurna
Kita semua mengetahui bahwa agen sosialisasi atau pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi itu antara lain keluarga, teman bermain, sekolah, media massa, dan sebagainya. Akan tetapi, pesan-pesan yang disampaikan oleh masing-masing agen sosialisasi tidak selamanya sepadan atau serasi antara yang satu dengan yang lain. Apa yang diajarkan oleh keluarga mungkin saja berbeda dan bahkan mungkin pula bertentangan dengan apa yang diajarkan di sekolah. Kelakuan yang dilarang oleh keluarga maupun sekolah seperti merokok, melanggar susila, minum minuman keras, dan menyalahgunakan narkotika diperoleh anak dan agen sosialisasi yang lain seperti teman bermain dan dari media massa.
Lembaga sekolah berusaha menekankan perlunya para siswa mematuhi aturan sekolah, berlaku jujur, berprestasi, dan berperilaku sopan. Sementara itu teman-temannya di sekolah mengajak untuk berbuat curang di waktu ujian, membolos dari sekolah sampai membuat surat izin tidak masuk sekolah karena sakit dengan memalsukan tanda tangan orangtua. Bisa pula hal itu dilakukan dengan memalsukan tanda tangan teman pada daftar nadir, melakukan pemerasan atau pencurian dengan kekerasan terhadap harta benda siswa lain, atau melakukan pengeroyokan massal terhadap siswa sekolah lain, terutama di kota-kota besar.
Di pihak lain media massa sering menyajikan gaya hidup yang tidak dapat diterima oleh keluarga atau sekolah. Proses sosialisasi seakan-akan tidak sempurna karena tidak sepadan atau saling bertentangan antara agen sosialisasi yang satu dengan yang lain. Lama kelamaan seseorang akan terpengaruh dengan cara-cara yang kurang baik sehingga terjadilah penyimpangan-penyimpangan.
Proses sosialisasi yang tidak sempurna antara lain disebabkan oleh:
1) Terjadinya disorganisasi keluarga, yaitu perpecahan dalam keluarga •;. sebagai satu unit karena masing-masing anggota keluarga gagal dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya yang sesuai dengan peranannya.
2) Peperangan yang mengakibatkan disorganisasi dalam berbagai aspek kemasyarakatan. Dalam keadaan kacau nilai dan norma tidak berfungsi sehingga banyak sekali terjadi penyimpangan-penyimpangan.
Pencurian dan pembunuhan sebagai perilaku menyimpang sosial
Pencurian
Pencurian merupakan bentuk penyimpangan sosial dengan cara mengambil barang orang lain untuk dimiliki, tanpa izin atau sepengetahuan pemiliknya. Pencuri selain melanggar norma sosial juga melanggar norma hukum. Orang-orang seperti ini dijuluki masyarakat sebagai pencuri dan akan disingkirkan oleh masyarakat secara sosial.
Pada dasarnya, pencurian tidak mesti berupa pengambilan barang. Pencurian bisa berbentuk pencurian waktu oleh karyawan dalam jam kerja, korupsi oleh birokrat, penipuan laporan, penipuan meteran listrik/meter air, bahkan bisa berbentuk penipuan meter atau argo taksi. Setiap individu dapat saling mengingatkan sebelum terjadi pencurian. Sikap saling mengingatkan ini akan menjadi kontrol yang sangat baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembunuhan
Pembunuhan merupakan tindakan kriminal (kejahatan) yang berat karena menghilangkan nyawa orang lain. Pembunuhan merupakan pelanggaran terhadap norma sosial, norma agama, dan norma hukum. Orang melakukan pembunuhan selain dijauhi oleh masyarakat berdosa dari segi agama, dan pelanggaran terhadap hukum juga akan dihukum sesuai dengan perbuatannya.
Penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat menunjuk-kan bahwa proses sosialisasi belum berjalan dengan baik bagi individu-individu atau kelompok tertentu. Kita tidak mengingin-kan hal itu terjadi, namun oleh berbagai faktor sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, penyimpangan itu tetap saja ada di masyarakat.
Individu atau kelompok yang melakukan penyimpangan sosial tersebut, akan dijauhi di musuhi oleh masyarakat. Sikap seperti ini, kadang-kadang membuat individu atau kelompok yang menyimpang, semakin sukar untuk kembali ke jalan yang benar.
Pencurian merupakan bentuk penyimpangan sosial dengan cara mengambil barang orang lain untuk dimiliki, tanpa izin atau sepengetahuan pemiliknya. Pencuri selain melanggar norma sosial juga melanggar norma hukum. Orang-orang seperti ini dijuluki masyarakat sebagai pencuri dan akan disingkirkan oleh masyarakat secara sosial.
Pada dasarnya, pencurian tidak mesti berupa pengambilan barang. Pencurian bisa berbentuk pencurian waktu oleh karyawan dalam jam kerja, korupsi oleh birokrat, penipuan laporan, penipuan meteran listrik/meter air, bahkan bisa berbentuk penipuan meter atau argo taksi. Setiap individu dapat saling mengingatkan sebelum terjadi pencurian. Sikap saling mengingatkan ini akan menjadi kontrol yang sangat baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembunuhan
Pembunuhan merupakan tindakan kriminal (kejahatan) yang berat karena menghilangkan nyawa orang lain. Pembunuhan merupakan pelanggaran terhadap norma sosial, norma agama, dan norma hukum. Orang melakukan pembunuhan selain dijauhi oleh masyarakat berdosa dari segi agama, dan pelanggaran terhadap hukum juga akan dihukum sesuai dengan perbuatannya.
Penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat menunjuk-kan bahwa proses sosialisasi belum berjalan dengan baik bagi individu-individu atau kelompok tertentu. Kita tidak mengingin-kan hal itu terjadi, namun oleh berbagai faktor sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, penyimpangan itu tetap saja ada di masyarakat.
Individu atau kelompok yang melakukan penyimpangan sosial tersebut, akan dijauhi di musuhi oleh masyarakat. Sikap seperti ini, kadang-kadang membuat individu atau kelompok yang menyimpang, semakin sukar untuk kembali ke jalan yang benar.
Perilaku Seksual di Luar Nikah Sebagai Bentuk Penyimpangan sosial
Hampir semua masyarakat beradab berpendapat bahwa penyelenggaraan hubungan seks perlu diatur dengan peraturan-peraturan tertentu. Sebab dorongan seks itu begitu dahsyat dan besar pengaruhnya terhadap manusia, bagaikan nyala api yang berkobar. Api sangat bermanfaat bagi manusia, tetapi dapat juga menghancurkan peradaban manusia. Demikian pula seks itu, bisa membangun kepribadian dan bisa pula menghancurkan sifat-sifat kemanusiaan. Hal ini sudah banyak terbukti dalam sejarah peradaban manusia sepanjang zaman. Sampai sekarang orang masih menganggap bahwa hubungan seksual yang diterima atau yang normal adalah hubungan antara suami (pria) dan isteri (wanita), karena pada dasarnya konsekuensi dari hubungan seksual adalah regenerasi.
Sedangkan hubungan seksual di luar itu merupakan suatu perzinaan yang sangat dilarang oleh agama. Perbuatan zina merusak nilai-nilai kehidupan keluarga karena itu harus diberi sanksi. Hal yang sama berlaku juga untuk homoseksualitas, lesbianisme, dan pelacuran. Dalam masyarakat kita ketiga hal itu merupakan perbuatan yang sangat tidak diinginkan dan kalau terjadi pada diri seseorang maka orang itu tidak dihormati dalam kehidupan sosialnya. Beberapa macam akibat perilaku seksual di luar nikah antara lain :
1) Menimbulkan dan menyebarluaskan penyakit kelamin dan kulit.
2) Merusak sendi-sendi kehidupan keluarga.
3) Memberikan pengaruh demoralisasi kepada Hngkungan.
4) Berkorelasi dengan kriminalitas dan kecanduan bahan-bahan narkotik
5) Merusak sendi-sendi moral, susila, hukum, dan agama.
Subscribe to:
Comments (Atom)