Thursday, 24 November 2016
Peranan Pranata Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian
Keluarga merupakan awal dari pembentukan kepribadian seseorang, begitu seseorang lahir, ia sudah langsung berhubungan dengan keluarganya. Sebagai anggota keluarga yang baru lahir, ia sangat membutuhkan perlindungan dan pengayoman dari anggota keluarganya. Proses pembentukan kepribadian ini dimulai dari belajar mengikuti perilaku ,tindakan dan ajaran dari orang-orang yang ada disekitarnya hingga belajar berjalan, bertindak dan berperilaku. Oleh karena itu disinilah peran keluarga sangat diperlukan dalam pembentukan kepribadian, keluarga dituntut untuk mendidik anak agar bertindak, berperilaku dan berbicara dengan benar. Peran yang diharuskan di antaranya:
a. Selalu dekat dengan anak.
b. Memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar.
c. Memberikan contoh agar anak bisa membedakan antara yang benar dan yang salah, baik atau buruk dan pantas atau tidak.
d. Memberikan contoh yang baik kepada anak, seperti berbuat baik didepan anak-anaknya.
e. Menasehati anak-anaknya jika ternyata berbuat salah dan menunjukan jalan yang benar.
Apabila peran-peran tersebut tidak dilakukan dengan benar maka besar kemungkinan terjadi penyimpangan-penyimpangan kepribadian seperti :
a. Anak mengalami kekecewaan karena orang tua selalu sibuk dengan perkerjaannya, sehingga perhatian terhadap anak terabaikan.
b. Anak mengalami tekanan mental/jiwa karena orang tua terlalu memaksakan kehendaknya tanpa memberi kebebasan terhadap anak untuk berlaku mandiri.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment