Thursday, 24 November 2016

Soal latihan IPS sosiologi SMP: Pranata Sosial

A. Berilah tanda silang (x) pada huruf di depan jawaban yang paling tepat!
1.    Istilah Pranata sosial berasal dari bahasa inggris yaitu :
a.    Social Pranation       
b.    Social intitution
c.    Social family           
d.    Social office

2.    Berikut ini adalah bagian dari  pranata sosial kecuali …..
a.     Pranata Keluarga       
b.     Pranata Agama
c.     Pranata kehidupan       
d.     Pranata Ekonomi

3.    Pengertian pranata keluarga menurut Horton dan Hunt adalah …
a.     Tempat untuk berlindung
b.     Suatu kelompok yang saling bekerja sama
c.     Suatu kelompok yang memiliki nenek moyang yang sama
d.     Suatu kelompok yang memiliki turan-aturan tertentu
4.    Fungsi pranata keluarga menurut Rober M.Z lawang adalah kecuali …
a.    Fungsi Seksual dan Reproduksi
b.    Fungsi menyandarkan hidup
c.    Fungsi Ekonomi
d.    Fungsi Edukatif

5.    Fungsi keluarga menurut Horton dan Hunt adalah kecuali ….
a.    Fungsi pengaturan seksual
b.    Fungsi reproduksi
c.    Fungsi Sosialisasi
d.    Fungsi  perilaku sosial

6.    Pengertian kepribadian menurut Theodore M. Newcomb adalah ….
a.    Merupakan jati diri individual
b.    organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang dari perilakunya
c.    organisasi faktor-faktor biologis, psikologi dan sosiologis yang mendasari perilaku seorang individu
d.    suatu susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seseorang individu

7.    Faktor pembentuk kepribadian menurut Roucek yaitu …
a.    Faktor Psikologis atau kejiwaan
b.    Faktor Pribadi
    c.    Faktor keluarga
    d.    Faktor  Rohani

8.    Berikut ini adalah proses pembentukan kepribadian kecuali …
    a.    Masa Kanak-kanak
    b.    Masa Remaja
    c.    Masa Muda
    d.    Masa Tua

9.    Salah satu kepribadian yang ditunjukan ketika memasuki masa kanak-kanak diantaranya ….
    a.    Mengganggu orang lain
    b.    Mengikuti dan meniru tindakan orang disekitarnya
    c.    Mengikuti bentuk fisik dari orang yang ditirunya
    d.    Membandel

10.    Akibat yang terjadi jika pranata keluarga tidak diterapkan dalam mengatur pribadi keluarga adalah…
    a.    Keluarga menjadi harmonis
    b.    Terjadi pertengkaran antar sesama anggota keluarga
    c.    Hubungan antar sesama anggota keluarga menjadi retak
    d.    Terjadi penyimpangan kepribadian

B.     Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1.    Apa pengertian dari Pranata sosial?
2.    Apa yang dimaksud dengan Pranata keluarga?
3.    Apakah  pengertian dari kepribadian?
4.    Sebutkan fungsi dari pranata Keluarga!
5.    Sebutkan contoh peran pranata keluarga dalam pembentukan kepribadian?

Peranan Pranata Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian


Keluarga merupakan awal dari pembentukan kepribadian seseorang, begitu seseorang lahir, ia sudah langsung berhubungan dengan keluarganya. Sebagai anggota keluarga yang baru lahir, ia sangat membutuhkan perlindungan dan pengayoman dari anggota keluarganya. Proses pembentukan kepribadian ini dimulai dari belajar mengikuti perilaku ,tindakan dan ajaran dari orang-orang yang ada disekitarnya hingga belajar berjalan, bertindak dan berperilaku. Oleh karena itu disinilah peran keluarga sangat diperlukan dalam pembentukan kepribadian, keluarga dituntut untuk mendidik anak agar bertindak, berperilaku dan berbicara dengan benar. Peran yang diharuskan  di antaranya:
a.    Selalu dekat dengan anak.
b.    Memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar.
c.    Memberikan contoh agar anak bisa membedakan antara yang benar dan yang salah, baik atau buruk dan pantas atau tidak.
d.    Memberikan contoh yang baik kepada anak, seperti berbuat baik didepan anak-anaknya.
e.    Menasehati anak-anaknya jika ternyata berbuat salah dan menunjukan jalan yang benar.

Apabila peran-peran tersebut tidak dilakukan dengan benar maka besar kemungkinan terjadi penyimpangan-penyimpangan kepribadian seperti :
a.    Anak mengalami kekecewaan karena orang tua selalu sibuk dengan perkerjaannya, sehingga perhatian terhadap anak terabaikan.
b.    Anak mengalami tekanan mental/jiwa karena orang tua terlalu memaksakan kehendaknya tanpa memberi kebebasan terhadap anak untuk berlaku mandiri.

Proses pembentukan kepribadian


Proses pembentukan kepribadian mempunyai beberapa tahapan yaitu :
a.    Masa Anak-anak

Pada masa ini masa dimana seorang anak membutuhkan bantuan dari orang tua dan orang orang disekitarnya dimana pada masa ini anak meniru apa yang dilakukan oleh orang yang berada disekitarnya seperti cara berbicara,cara makan dan cara berperilaku.
b.    Masa Remaja
Pada masa ini seseorang tidak hanya meniru perbuatan orang – orang yang ada disekitarnya ataupun yang dilihatnya misalkan idolanya, tapi pada masa ini seseorang mulai berupaya untuk menyerupai orang disekitarnya misalkan mulai dari cara berpakaian, model rambut sampai cara bertingkah laku.
Para ahli psikologi sering menyebut masa ini sebagai masa puber yaitu suatu masa dimana berkembangnya fisik dan seksualitas seseorang, dalam masa ini juga seseorang seringkali mengalami situasi krisis seperti:
a.    bertemperemen yang keras dan         agresif atau sebaliknya suka             menyendiri dan murung.
b.    Mempunyai kepribadian yang labil.
c.    Mudah tersinggung dan sukar             mengendalikan emosi.
d.    Mudah terpengaruh oleh hal-hal tertentu baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif.
e.    Selalu ingin mengetahui hal-hal yang baru.

Jika hal-hal diatas tidak diatasi dengan benar maka bisa mengakibatkan perilaku yang menyimpang seperti seks bebas, penyalahgunaan narkotika, kenakalan remaja dan lain-lain, sehingga peran pranata sosial dalam hal ini sangat diperlukan.

c.    Masa Dewasa
Pada masa ini proses seseorang tidak hanya meniru tetapi mulai memasuki tahapan menyesuaikan diri. Pada masa ini seseorang diharapkan bisa menyesuaikan dirinya dengan pola sosial  budaya di masyarakat sekitarnya dan memperolah status di masyarakatnya. Setelah melalui proses pernikahan dan mempunyai anak maka proses – proses yang dijelaskan sebelumnya akan diwarisi ke generasi  berikutnya.
Pembentukan pribadi seseorang sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan masyarakat tempat seseorang tinggal, dan faktor-faktor tersebut yaitu :
a.    Kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
b.    Cara hidup didalam lingkungan masyarakat yang terkait, misalkan masyarakat kota dan desa.
c.    Kebudayaan khusus berdasarkan kelas sosial  yang dapat dilihat dari cara berpakaian, cara bergaul dan sebagainya.
d.    Kebudayaan khusus atas dasar agama.
e.    Pekerjaan atau keahlian.

Faktor dan unsur pembentuk kepribadian


Menurut roucek dan warren ada 3 faktor yang membentuk kepribadian seorang individu, yaitu:
a.    Faktor biologis atau fisik
Yaitu faktor yang Membentuk kepribadian karena disebabkan oleh unsur biologis dan fisik, seperti orang yang cacat fisik cenderung mempunyai kepribadian rendah diri, pemalu, dan sukar bergaul.
b.    Faktor Psikologis atau kejiwaan
Yaitu faktor yang membentuk kepribadian berdasarkan unsur kejiwaan atau psikologis seperti pemarah dan pemalu.
c.    Faktor sosiologis atau lingkungan
Yaitu faktor yang membentuk kepribadian seseorang berdasarkan kelompok atau lingkungan masyarakatnya. Seperti orang yang tinggal di pedesaan cenderung mempunyai sifat rasa solideritas yang tinggi sebaliknya orang yang tinggal di lingkungan perkotaan cenderung mempunyai sifat individualis.

Sedangkan menurut koentjaraningrat, pembentukan kepribadian dipengaruhi oleh 3 unsur, yaitu:
a.    Unsur pengetahuan
    Yaitu unsur yang bersumber dari pola pikir yang rasional,  bentuknya dapat berupa pengamatan terhadap suatu hal secara instensif dan terfokus.
b.    Unsur perasaan
    Yaitu unsur perasaan yang bersifat positif dan negatif terhadap sesuatu yang terjadi, misalnya jika terjadi penurunan produksi beras maka oleh para spekulan itu dianggap sebuah pertanda positif untuk mencari keuntungan sedangkan oleh para pemakai beras (konsumen) hal itu dianggap merupakan pertanda negatif karena harga beras akan mengalami kenaikan.












c.    Unsur Naluri atau Dorongan
    Yaitu unsur yang berfungsi untuk memenuhi berbagai kehidupan yang bersifat jasmani maupun rohani.
Sedangkan menurut Soerjono Soekanto menerangkan bahwa proses pembentukan kepribadian diperoleh melalaui proses sosialisasi dimana proses ini dimulai semenjak ia dilahirkan sampai akhir hayatnya.

Pengertian Kepribadian


Menurut sosiolog Theodore M. Newcomb kepribadian merupakan organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang dari perilakunya. Sedangkan menurut Roucek dan warren kepribadian adalah organisasi faktor-faktor biologis,psikologi dan sosiologis yang mendasari perilaku seorang individu.
Menurut Koentjaraningrat kepribadian adalah suatu susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seseorang individu atau yang berada dalam tiap individu. Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kepribadian itu adalah abtraksi dari pola perilaku manusia yang mempunyai ciri-ciri watak yang khas dan konsisten sebagai seorang individu.

Pengertian dan Fungsi Pranata Keluarga

Pengertian Pranata Keluarga
Keluarga merupakan satuan terkecil dari masyarakat, menurut Horton dan Hunt keluarga itu adalah :
a.    Suatu Kelompok yang memiliki nenek moyang yang sama.
b.    Suatu kelompok kekerabatan yang disatukan oleh darah atau perkawinan
c.    Pasangan perkawinan dengan atau tanpa anak.
d.    Pasangan tanpa nikah yang mempunyai anak
e.    Satu orang dengan beberapa anak

Sedangkan menurut Robert M.Z Lawang,  keluarga merupakan suatu gejala yang universal dalam artian bahwa dalam masyarakat pasti terdapat keluarga. Menurutnya juga keluarga mempunyai memiliki 4 karakteristik yaitu :
a.    Keluarga terdiri dari ikatan orang-orang yang bersatu yang terikat oleh ikatan perkawinan,darah atau adopsi.
b.    Para anggota keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam suatu rumah dan mereka membentuk satu rumah tangga.
c.    Keluarga merupakan sekumpulan orang-orang yang berinteraksi dan saling berkomunikasi.
d.    Keluarga mempertahankan suatu kebudayaan bersama misalkan keluarga orang sunda dan keluarga batak.

Jadi keluarga adalah sekelompok orang-orang yang terikat oleh ikatan perkawinan,ikatan darah maupun adopsi yang hidup dalam satu rumah dan saling berinteraksi juga berkomunikasi untuk mempertahankan kebudayaan bersama atau membentuk kebudayaan baru.

2.    Fungsi Pranata keluarga
Menurut Robert M.Z lawang terdapat 3 fungsi keluarga yaitu :
a.    Fungsi Seksual dan Reproduksi
Fungsi seksual berfungsi untuk mengatur kebutuhan manusia dalam menyalurkan hasrat seksualnya secara benar sedangkan fungsi reproduksi berfungsi untuk membuat/melanjutkan keturunan.
b.    Fungsi Ekonomi
Berfungsi untuk mengatur masalah ekonomi keluarga supaya setiap anggota dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya dan dapat bertahan hidup.
c.    Fungsi Edukatif
Fungsi ini terdiri dari 2 bagian yaitu fungsi informal dan fungsi formal. Fungsi informal berarti pendidikan yang sifatnya non formal yang diberikan oleh sesama anggota keluarga. Fungsi formal berarti pendidikan yang sifatnya  formal yang diberikan oleh sesama anggota keluarga.
Sedangkan menurut bruce J. Cohen fungsi pranata keluarga, yaitu:
1)    Mengatur perilaku sosial.
2)    Memelihara kelangsungan keturunan melalui kelahiran.
3)    Merawat dan melindungi anak-anak.
4)    Mensosialisasikan anak.
5)    Mengatur penempatan status sebagai penerus warisan sosial.
6)    Mencukupi kebutuhan ekonomi .

Horton dan hunt mendefinisikan fungsi keluarga sebagai berikut :
1)    Fungsi pengaturan seksual
    Yaitu keluarga merupakan tempat  untuk mengatur dan menggunakan keinginan seksual.
2)    Fungsi reproduksi
    Keluarga adalah tempat untuk memiliki keturunan.
3)  Fungsi Sosialisasi
    Keluarga adalah tempat untuk             mensosialisasikan anak sehingga         kelak dapat berfungsi dalam             masyarakat.
4)    Fungsi Afeksi
    Keluarga adalah tempat untuk             mendapatkan kasih sayang
5)    Fungsi penentuan status
    Dalam sebuah keluarga ditentukan         status seseorang misalkan ibu, ayah,         dan anak.
6)    Fungsi perlindungan
    Keluarga berfungsi untuk             melindungi seluruh anggota             keluarga baik dari segi fisik, ekonomi         dan psikologis.
7)    Fungsi ekonomi
    Keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup anggota keluarganya.

Fungsi dan Jenis Pranata Sosial

Fungsi Pranata Sosial
Fungsi-fungsi pranata sosial menurut Horton dan Hunt terbagi menjadi 2 macam, yaitu :
1.    Fungsi Manifest atau fungsi nyata, yaitu fungsi pranata yang disadari dan diakui oleh masyarakat.
2.    Fungsi laten atau fungsi terselubung yaitu fungsi pranata yang tidak disadari oleh masyarakat tetapi memberikan sumbangan bagi kehidupan masyarakat.
Jenis-jenis Pranata Sosial
Menurut koentjaraningrat pranata sosial itu ada 8 macam, yaitu:
1.    Pranata sosial yang bertujuan memenuhi kehidupan kekerabatan misalnya perkawinan, tata cara berkeluarga  dan pengasuhan anak.
2.    Pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam mata pencahariannya misalnya perkebunan, pertanian dan peternakan.
3.    Pranata sosial yang bertujuan memenuhi kebutuhan pendidikan, misalnya Taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah dan perguruan tinggi.
4.    Pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah manusia  misalnya ilmu pengetahuan.
5.    Pranata sosial yang bertujuan memenuhi kebutuhan rohani atau batiniah dalam mengekpresikan rasa dalam diri manusia misalkan seni rupa dan seni lukis.
6.    Pranata sosial yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia dengan penciptanya misalkan sholat, kebaktian dan dzikir.
7.    Pranata sosial yang bertujuan untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bermasyarakat misalkan pemerintahan dan partai.
8.    Pranata sosial yang bertujuan untuk mengurus kebutuhan jasmani manusia misalkan kecantikan, olah raga dan berbelanja.

Dari kedelapan pranata sosial tersebut ada 5 jenis yang masuk kedalam bidang sosiologi karena kelima jenis tersebut dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, 5 jenis pranata sosial tersebut di antaranya:
1.    Pranata Keluarga
2.    Pranata Agama
3.    Pranata Ekonomi
4.    Pranata Pendidikan
5.    Pranata Politik