Wednesday, 12 October 2016

Patokan Status Sosial secara Subjektif

Patokan Status Sosial secara Subjektif
Patokan yang biasa dipakai untuk menentukan tinggi rendahnya status sosial seseorang secara subjektif antara lain adalah sebagai berikut :
1)     Kelahiran
Status sosial seseorang dapat tinggi atau rendah karena dia lahir dari suatu keluarga tertentu. Misalnya, seseorang yang lahir dari keluarga raja mempunyai status yang tinggi. Sedangkan seseorang yang lahir dari keluarga Negro mempunyai status yang relatif rendah di Amerika Serikat. Meskipun persamaan hak antara warga kulit putih dan kulit berwarna di Amerika Serikat sekarang ini sudah lebih dihargai.
2)    Kualitas atau Mutu Pribadi Seseorang
    Seseorang memperoleh penilaian yang baik dari orang lain karena ia memiliki kebijaksanaan, usia lanjut, kuat, pandai, alim atau karena kelakuannya yang baik.
3)    Prestasi
    Seseorang yang sukses dalam usaha atau kariernya, status sosialnya akan naik. Misalnya, seseorang yang berkedudukan sebagai direktur.
4)     Pemilikan
    Seseorang memperoleh penilaian dari orang lain karena orang yang menilai tersebut mengharapkan sesuatu dari orang yang dinilainya. Misalnya, si Tono memuji kepandaian Tini  dengan maksud agar Tini mau diajak belajar bersama. Tono berharap, ia pun akan menjadi pandai.
5)     Otoritas
    Seseorang memiliki status sosial yang tinggi karena ia memiliki otoritas yang tinggi. Otoritas adalah kekuasaan yang sah dan karenanya, orang lain harus mengikutinya tanpa perlawanan. Misalnya ketika A menjadi pejabat, dia sangat dihormati banyak orang. Dengan kata lain, status subjektifnya sangat tinggi.
Hubungan antara individu dengan kedudukan atau statusnya dapat diumpamakan hubungan antara seorang pilot dengan pesawat. Semua peralatan sebuah pesawat sangat penting untuk menerbangkan pesawat demi keselamatan penerbangan. Tetapi si pengemudi atau si pilot dapat diganti-ganti dengan yang lain asal orang tersebut memenuhi persyaratan sebagai penerbang

Pembagian Status Sosial Berdasarkan Sifatnya

Pembagian status Berdasarkan Sifatnya 
Berdasarkan sifatnya, status sosial dapat dibedakan  menjadi dua, sebagai berikut :
1)    Status sosial yang bersifat objektif, yaitu status sosial yang dimiliki seseorang berdasarkan tingkatan dalam struktur formal suatu organisasi. Misalnya jabatan gubernur. Gubernur merupakan posisi status sosial dengan hak dan kewajiban yang sama sekali terlepas dari individu yang menduduki posisi itu. Misalnya A selaku gubernur digantikan oleh B karena masa jabatannya sudah selesai meskipun A sudah menjadi orang biasa, tetapi status gubernur tidak berubah. Dalam hal ini A dan B adalah subjek atau individu. Mereka baru mempunyai status ketika menduduki posisi gubernur.
2)    Status subjektif, yaitu status yang dimiliki seseorang sebagai hasil dari penilaian orang lain terhadap dirinya dengan siapa ia berhubungan. Misalnya tinggi rendahnya status A antara lain tergantung dari penilaian B terhadapnya dalam suatu hubungan sosial, begitu pula sebaliknya.

Pengertian Status Sosial

Pengertian Status Sosial
Yang dimaksud dengan status sosial adalah kedudukan sosial yang dimiliki seseorang dalam suatu kelompok serta dalam masyarakatnya. Pada semua sistem sosial yang ada sudah tentu terdapat berbagai macam status atau kedudukan, seperti suami, isteri, anak laki-laki, anak perempuan, bibi, paman, kakek, nenek, dan sebagainya. Kedudukan seseorang akan menentukan sifat dan tingkat kewajiban serta tanggung-jawabnya di dalam masyarakat. Dengan demikian, status sosial merupakan serangkaian tanggung jawab, kewajiban serta hak-hak yang sudah ditentukan dalam suatu masyarakat.
Di dalam setiap masyarakat status si isteri atau suami akan selalu dikaitkan dengan hak dan kewajiban tertentu. Perbedaan hak dan kewajiban tertentu dari setiap anggota masyarakat menimbulkan adanya ketidaksamaan sosial. Kedudukan berarti tempat seseorang dalam suatu pola tertentu. Oleh karena itu seseorang dapat mempunyai beberapa kedudukan, karena ia ikut serta dalam berbagai pola kehidupan. Misalnya, Pak Budi sebagai warga masyarakat tertentu, akan memiliki kombinasi dari segenap kedudukannya sebagai guru, kepala sekolah, ketua RT, ketua sepakbola di kelurahan, suami nyonya Mia, ayah Diki, dan seterusnya.
Apabila dipisahkan dari individu yang memiliki status atau kedudukan itu,  kedudukan hanya merupakan kumpulan hak dan kewajiban. Berhubung hak dan kewajiban itu hanya akan terlaksana melalui perantara individu-individu, maka menjadi agak sukar dipisahkan secara nyata dan tegas.

Soal-Soal Pengertian Ilmu Sosiologi

A.     Pilihlah Salah Satu Jawaban yang Paling Tepat!

1.    Secara etimologis sosiologi berarti ilmu mengenai ...
    a.    rakyat
    b.    kelompok
    c.    masyarakat
    d.    kawan
2.    Sosiologi disebut ilmu kemasyarakatan, hal ini disebabkan ....
a.    berkenaan dengan kehidupan masyarakat
b.    ada unsur kerjasama dan pertentangan masyarakat
c.    kumpulan manusia membentuk masyarakat
d.    berkaitan dengan kehidupan rakyat kecil
3.    Ruang lingkup ilmu pengetahuan sosiologi meliputi ....
    a.    proses sosial
    b.    hubungan sosial
    c.    kaidah sosial
    d.    unsur sosial
4.    Konsekuensi sosiologi sebagai ilmu masyarakat adalah bahwa ilmu ini mempelajari     tentang ...
a.    struktur, proses, dan perubahan lingkungan hidup
b.    populasi dan proses perubahan suatu komunitas
c.    norma, kaidah, dan kebudayaan suatu masyarakat
d.    struktur, proses, dan perubahan-perubahan sosial
5.    Objek sosiologi adalah ....
a.    kumpulan manusia sebagai makhluk hidup di bumi
b.    hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya
c.    hubungan manusia dan interaksi di dalam masyarakatnya
d.    adat istiadat dan kebiasaan manusia sehari-hari
6.    Meningkatkan daya atau kemampuan manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya merupakan ....
    a.    definisi sosiologi
    b.    tujuan sosiologi
    c.    manfaat sosiologi
    d.    ruang lingkup sosiologi

7.    Mengembangkan pengetahuan yang objektif mengenai gejala kemasyarakatan dapat bermanfaat secara efektif bagi seseorang dalam menghadapi....
    a.    atasan langsungnya
    b.    masalah kependudukan
    c.    masalah perekonomian
    d.    masalah-masalah sosial
8.    Sosiologi dapat digunakan pada suatu cakupan paling luas yang meliputi....
    a.    pembangunan dan penelitian    b.    pendidikan dan ketrampilan
    c.    pelaksanaan dan pengawasan    d.    penilaian dan penyuluhan

B.     Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!
1.    Apa yang dimaksud dengan “sosiologi”?
    a.    secara etimologis   
    b.    menurut batasan atau defmisinya.
2.    Apa yang menjadi ruang lingkup sosiologi?
3.    Ilmu-ilmu manakah yang termasuk dalam kelompok ilmu kemasyarakatan?
4.    Mengapa seseorang yang mempunyai pengetahuan luas tentang hal-hal yang berhubungan dengan kemasyarakatan belum tentu  ahli dalam bidang keilmuan sosiologi?
5.    Berikan penjelasan bahwa objek sosiologi itu berbeda dengan ilmu-ilmu sosial lainnya!
6.    Apa tujuan pokok mempelajari sosiologi?
7.    Sebutkan dan jelaskan dua kegunaan sosiologi!
8.    Berikan dua contoh bahwa sosiologi berguna untuk pembangunan!

Ruang Lingkup Kajian dalam Sosiologi

Ruang Lingkup Kajian Dalam Sosiologi
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang tergolong masih muda usianya, walaupun telah mengalami perjalanan yang cukup lama. Sejak manusia mengenal kebudayaan dan peradaban, masyarakat manusia telah menarik perhatiannya.
Sosiologi atau ilmu masyarakat termasuk salah satu ilmu pengetahuan tentang kemasyarakatan (social sciences). Sedangkan ilmu-ilmu sosial dapat dikatakan sebagai kelompok ilmu pengetahuan yang mempelajari kehidupan bersama manusia dengan sesamanya, yakni kehidupan sosial atau pergaulan hidup. Pada umumnya orang berpendapat, bahwa yang termasuk dalam kelompok ilmu kemasyarakatan ialah ilmu ekonomi, politik, antropologi budaya, ilmu sejarah sosial, ilmu jiwa sosial dan sosiologi.
Selain kelompok ilmu pengetahuan kemasyarakatan, terdapat pula kelompok ilmu pengetahuan alam dan kelompok ilmu pengetahuan kerohanian. Kelompok ilmu pengetahuan alam mempelajari alam dan gejala-gejalanya, baik yang hidup maupun yang mati. Sedangkan kelompok ilmu pengetahuan kerohanian mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan pengejawantahan spiritual dari kehidupan bersama manusia seperti bahasa, kesusasteraan, agama, filsafat, dan kesenian.
Di dalam ilmu sosial yang mempelajari kehidupan bersama antarsesama manusia, ada berbagai segi yang berkaitan dengan kehidupan ekonominya, misalnya masalah produksi, pembagian barang, penggunaan barang dan jasa, distribusi, dan lain-lain. Segi kehidupan politik berhubungan dengan penggunaan kekuasaan dalam masyarakat. Segi kehidupan hukum berkaitan dengan norma-norma yang mengatur cara hidup bersama dalam masyarakat. Segi kehidupan agama dan kepercayaan kepada pribadi supranatural meliputi hubungan manusia dengan Tuhan serta hubungan manusia dengan manusia lainnya, dan antara segi kehidupan yang satu dengan kehidupan yang lain. Setiap segi kehidupan bersama itu merupakan lingkungan atau bidang pengamatan bagi ilmu pengetahuan kemasyarakatan tertentu. Misalnya segi kehidupan politik dipelajari oleh ilmu politik, segi kehidupan hukum dipelajari oleh ilmu hukum.
Dalam setiap segi kehidupan bersama itu terdapat unsur-unsur yang sama. Unsur-unsur yang sama tersebut dinamakan unsur sosial atau unsur kemasyarakatan. Unsur-unsur sosial inilah yang menjadi ruang lingkup kajian dalam sosiologi. Unsur-unsur sosial yang pokok ialah norma-norma atau kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan sosial.
Kesemuanya itu terjalin satu sama lain dan keseluruhan dari unsur-unsur ini dalam hubungannya satu sama lain dinamakan struktur sosial. Pembelajaran pengaruh timbal-balik antara berbagai segi kehidupan ini dicakup dalam pengertian proses sosial. Salah satu proses sosial yang bersifat unik ialah dalam hal terjadinya perubahan-perubahan struktur sosial. Agar mencakup semuanya itu maka dapat dirumuskan bahwa: Sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan-perubahan sosial.

Pengertian Sosiologi

Pengertian Sosiologi
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu socitis yang berarti kawan atau teman, dan logos yang berarti pikiran atau ilmu pengetahuan. Jadi, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antara socius dengan socius atau antara teman dengan teman. Oleh para ahli, socius diartikan sebagai pergaulan hidup. Karena itu “ sosiologi “ dapat didefinisikan sebagai Ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai hal tentang pergaulan hidup manusia, yaitu hubungan antara seseorang dengan orang lain, antara seseorang dengan golongan, dan antara golongan dengan golongan.
Di dalam kosakata bahasa Indonesia, pergaulan hidup di antara manusia memiliki sebutan sederhana, yaitu masyarakat. Maka, kata sosiologi lazim disebut sebagai ilmu kemasyarakatan, atau ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat. Lebih tegasnya dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kehidupan manusia dalam masyarakat.
Dalam rumusan di atas terdapat perkataan hubungan antara teman dengan teman. Pengertian teman dalam hal ini berbeda dengan pengertian teman dalam pemakaian sehari-hari. Pengertian teman di sini meliputi baik kawan maupun lawan. Sebagai contoh dalam percaturan bisnis, persaingan yang ketat sering menimbulkan permusuhan antara pedagang yang satu dengan pedagang yang lain. Seorang pedagang yang menganggap pesaingnya sebagai duri dalam daging, tak segan-segan berusaha melenyapkannya dengan cara apapun juga. Dua orang yang bersaing demikian itu, dalam sosiologi, tetap disebut kawan satu dengan yang lainnya. Sebab di antara keduanya terdapat suatu hubungan, yaitu hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain.
Dengan demikian kata socius yang aslinya berarti teman, dalam sosiologi mengandung pengertian yang jauh lebih luas. Di sini, lawan termasuk di dalamnya. Demikian pula pengertian sesama warga negara. Dalam pengertian biasa, sesama warga negara bukan teman karena tidak mungkin mengenal semua warga negara dalam suatu negara. Akan tetapi, dalam sosiologi dua orang yang sama kewarganegaraannya adalah teman, meskipun tidak saling mengenal satu sama lain. Dari kedua contoh ini menjadi jelas bahwa hubungan antara teman dengan teman baru penting dan bermakna dalam sosiologi, apabila hubungan itu terjadi dalam suatu ruang lingkup tertentu. Ruang lingkup ini harus memiliki bentuk yang jelas, seperti negara, keluarga, agama, partai politik, bangsa, dan sebagainya.

Awal Mula Munculnya Sosiologi sebagai Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial (Kemasyarakatan)

Awal Mula Munculnya Sosiologi sebagai Cabang Ilmu Pengetahuan Sosial (Kemasyarakatan)
Hampir kebanyakan makhluk hidup yang terlahir ke dunia ini, telah dibekali kemampuan untuk memelihara dan mempertahankan dirinya sendiri. Berbagai macam pola perilaku yang dibutuhkan untuk mencari makan, tumbuh dan berkembang biak telah mereka miliki sejak lahir sebagai faktor bawaan. Seekor anak ayam tidak perlu menunggu waktu berbulan-bulan untuk dapat berdiri dan mencari makan sendiri. Demikian pula seekor anak kuda, harimau atau pun berbagai jenis binatang reptil lainnya. Kebanyakan anak-anak hewan itu dengan cepat mampu memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa harus bergantung pada induknya.

Berbeda halnya yang dialami oleh manusia, sebagai salah satu makhluk hidup manusia tidak memiliki faktor bawaan seperti yang dimiliki oleh hewan-hewan yang dijelaskan di atas. Tanpa perhatian yang baik dari orangtuanya, seorang bayi manusia dapat mengalami kematian. Untuk belajar berdiri dan berjalan dengan kakinya, seorang bayi manusia membutuhkan waktu berbulan-bulan. Jika orangtua dan masyarakat sekelilingnya tidak mempedulikan dan melindunginya, semua bayi manusia dapat mengalami kematian. Semua anak manusia memerlukan waktu bertahun-tahun untuk belajar dan mematuhi nilai-nilai budaya yang terdapat di masyarakatnya, sebelum akhirnya mampu berbicara, bekerja, mencari makan, dan menyelamatkan dirinya sendiri.
Apakah nenek moyang kita yang hidup di zaman prasejarah telah mengetahui bahwa mereka hidup dalam suatu masyarakat dan saling bergantung satu sama lain? Hal itu tidak kita ketahui secara pasti. Namun, dari bukti-bukti peninggalan yang ditemukan di gua-gua dan dari lukisan pada dinding-dinding batu, kita dapat mengetahui bahwa mereka telah hidup dalam suatu kelompok-kelompok keluarga, berburu binatang, dan menguburkan mayat orang yang telah meninggal dunia. Lebih dari itu kita tidak mengetahui apapun tentang kehidupan sosial mereka. Baru setelah ditemukannya bukti-bukti tertulis mengenai kehidupan sosial masyarakat, kita dapat mengetahui dan menilai hakikat serta kebudayaan yang telah dibangunnya. Telaah yang sistematis mengenai kehidupan masyarakat, baik pada manusia purba maupun modern, baru muncul setelah beberapa generasi kemudian. Para ahli kemasyarakatan mulai mengembangkan sejumlah model untuk mendapatkan pengetahuan mengenai aneka ragam perilaku sosial manusia dalam hubungannya satu dengan yang lain. Kemudian muncullah istilah sosiologi sebagai nama untuk suatu cabang ilmu pengetahuan sosial (kemasyarakatan) setelah August Comte dari Perancis menciptakan istilah tersebut.
Dalam perkembangan selanjutnya istilah itu ditafsirkan menurut sudut pandang yang berbeda-beda. Thomas Ford Hault, misalnya, menyebutkan bahwa sosiologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari dan mengembangkan pengetahuan secara sistematis mengenai hubungan sosial manusia pada umumnya dan pola perilaku yang dihasilkannya sebagai akibat dari hubungan itu. Dengan kata lain, sosiologi berusaha mempelajari masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan cara mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Kelompok yang dimaksud disini  meliputi pengertian keluarga, suku bangsa, masyarakat suatu negara, berbagai organisasi sosial, politik, ekonomi dan organisasi-organisasi lainnya.
Seorang sosiolog mempelajari perilaku dan hubungan timbal balik antarindividu, kelompok, dan menelusuri asal-usul perkembangannya serta berusaha menganalisis pengaruh kegiatan individu dan kelompok dalam hubungannya satu dengan yang lain. Maka, tidak mengherankan kalau sosiologi seringkali dianggap sebagai ilmu pengetahuan yang menelaah manusia dari sudut pandang hakikatnya sebagai makhluk sosial.